Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Kasus Investasi Bodong MeMiles

Datangi Polda Jatim, Artis Eka Deli Serahkan Fortuner

14 Januari 2020, 12: 53: 04 WIB | editor : Wijayanto

JADI SAKSI: Eka Deli seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim.

JADI SAKSI: Eka Deli seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Artis penyanyi Eka Deli Mardiyana akhirnya memenuhi panggilan diperiksa sebagai saksi terkait kasus investasi ilegal MeMiles oleh penyidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim. 

Perempuan 43 tahun itu datang sekitar pukul 09.00. Ia mengenakan baju kemeja berwarna putih kemerahan dan bercelana panjang warna krem. "Saya dipanggil sebagai saksi. Nanti saja setelah pemeriksaan," kata Eka Deli.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan sudah melihat langsung pemeriksaan ED oleh penyidik. Bahkan dia langsung memberikan dukungan kepada penyidik supaya bekerja profesional. Sebab, kasus investasi MeMiles menjadi perhatian publik. Maka dari itu Polda Jatim juga akan menarik semua aset-aset PT Kam and Kam.

"ED (Eka Deli) menyerahkan satu unit mobil jenis fortuner warna putih. Mobil sudah di tangan anggota di Jakarta, insaallah mungkin besok sudah di sini," ujar Luki didampingi Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan kemarin.

Luki menjelaskan, mobil yang diamankan dari tangan ED belum ada surat-surat kelengkapan kendaraan. "ED ini sebagai koordinator artis," lanjutnya.

Kapolda menyebut, hasil pemeriksaan dari ED nanti akan menjadi bahan untuk pengembangan kasus. Tidak menutup kemungkinan, kata Luki, ada publik figur lain yang akan diperiksa. Baik mungkin sebatas endorse atau sebagai member.

Tak hanya itu Polda Jatim juga akan menarik semua mobil reward yang sudah diberikan ke member baik artis maupun masyarakat biasa. Seperti, ada 4 mobil dari salah satu pejabat Lapas. 

"Karena itu lagi viral di medsos memiles sudah disampaikan. Ini akan kami tarik dan kami akan panggil," terangnya. 

Disinggung terkait reward apa yang sudah diterima ED selain mobil, Luki mengatakan masih didalami."Masih dikembangkan. Dalam pemeriksaan kami akan kaitkan dengan barang bukti dengan saksi-saksi lain. Nanti kami akan gelar kasusnya, nanti kami akan tentukan (status)," tegas jenderal bintang dua itu.

Kapolda menuturkan, Polda Jatim masih mengembangkan juga, apakah ED ini merekrut para artis atau publik figur untuk  bergabung masuk ke investasi MeMiles. "Kasus ini sudah jelas konstruksi hukumnya. Kami tim penyidik semuanya tidak ragu ragu lagi. Silahkan yang mau melakukan istilahnya pembelaan silahkan," bebernya. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menuturkan sesuai yang disampaikan awal, Polda Jatim memanggil empat artis dahulu. "Ada ED, MT, AN dan J," terangnya.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini menyebutkan, sejauh ini ada 33 laporan masuk ke Polda Jatim secara off line. Penyidik juga berharap yang merasa menjadi korban untuk segera melapor.

"Penyidik ini untuk mencari alat bukti jadi pelopor silakan melapor tidak usah merasa dirinya takut dengan adanya penyebaran bahwa seolah-olah bagian dari sistem dan nanti bisa jadi tersangka, tidak, tidak seperti itu," tegasnya.

Pantauan Radar Surabaya, hingga pukul 19.32 Eka Deli masih belum keluar ruang penyidikan. Puluhan wartawan masih menunggu di depan gedung Ditreskrimsus Polda Jatim. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia