Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya
Makin Banyak Pria Rajin Bersolek

Gaya Hidup Milenial Dongkrak Industri Kosmetik

14 Januari 2020, 12: 45: 37 WIB | editor : Wijayanto

MENINGKAT: Gaya hidup masyarakat, khususnya kaum milenial menjadi salah satu pendongkrak penjualan kosmetik.

MENINGKAT: Gaya hidup masyarakat, khususnya kaum milenial menjadi salah satu pendongkrak penjualan kosmetik. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) meyakini industri kosmetik tanah air akan terus tumbuh positif. Seiring dengan peningkatan permintaan, khususnya dari konsumen kelas menengah yang jumlahnya semakin besar.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Perkosmi Sancoyo Antarikso. Menurutnya, peningkatan jumlah konsumen ini juga didorong oleh tingkat pendapatan yang semakin membaik.

Selain itu, juga tren kenaikan penggunaan kosmetik oleh kaum pria, dimana saat ini semakin banyak pria menempatkan produk perawatan tubuh sebagai salah satu kebutuhan utama. "Ini menjadi faktor pendorong pertumbuhan volume penjualan kosmetik," terangnya.

Selain itu, lanjut Sancoyo, maraknya industri e-commerce dan media sosial sebagai channel jual beli langsung antara brand dengan konsumen telah memberikan banyak keuntungan juga kemudahan bagi para konsumen untuk memenuhi kebutuhan produk kecantikannya. Sehingga turut mengerek pertumbuhan industri kosmetik secara signifikan.

Hal ini dibuktikan dengan catatan Kementerian Perindustrian, selama 2019 pertumbuhan industri kosmetik diperkirakan mencapai 9 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan selama 2018 yang mencapai angka 7 persen. "Kami percaya pertumbuhan industri kosmetik akan terus meningkat dibandingkan tahun lalu," ungkapnya.

Sebuah laporan dari Euromonitor International, Markets of the Future: ASEAN in 2020 mengatakan, bahwa untuk laju pertumbuhan majemuk tahunan, Indonesia akan menjadi market kecantikan dengan pertumbuhan tercepat di Asia.

Di sisi lain, tren kosmetik yang sedang terjadi saat ini ialah makin tingginya minat milenial untuk menggunakan produk-produk kosmetik berbahan alami atau back to nature dan memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, produk kosmetik dalam bentuk regime juga kian digemari.

"Mereka mulai menjadikan perawatan tubuh atau wajah sebagai sebuah ritual yang membutuhkan rangkaian produk (dari satu brand ataupun beberapa brand, Red) yang masing-masingnya memberikan manfaat yang spesifik," urainya.

Selain itu, di tengah maraknya fenomena hijrah di tengah milenial, semakin banyak yang memilih produk kosmetik yang memiliki sertifikasi halal. Bukan hanya itu, menurut Sancoyo, kawula muda ini pun mencari berbagai tren dan inovasi yang dapat membantu mereka tampil cantik di era modern dengan cara yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.

Oleh sebab itu, kini industri kosmetik lokal mulai beradaptasi melalui peluncuran masstige products, atau produk mastis. "Sekarang makin banyak mass-product brands yang meningkatkan image mereka dengan melahirkan berbagai jenis inovasi, sehingga produknya mampu memiliki nilai prestis dan menonjol, namun dengan harga yang lebih ekonomis dibanding produk impor atau high-end," jelasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia