Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ini Alasan Tiga Pelaku Curanmor Ini Incar Motor Matic

13 Januari 2020, 20: 40: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIDOR:Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyoningrum (tengah) menunjukkan para tersangka dan barang bukti yang diamankan.

DIDOR:Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyoningrum (tengah) menunjukkan para tersangka dan barang bukti yang diamankan.

Share this      

SURABAYA – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengamankan lima orang komplotan pelaku aksi pencurian sepeda motor. Dari kelimanya, tiga orang yang menjadi eksekutor didor kakinya karena berusaha kabur saat disergap.

Ketiganya adalah Moh Zainal Abidin, 30, warga Jalan Krembangan Bhakti II, Krembangan; Zainal Abidin, 23, warga Jalan Bonowati, Simokerto; dan Say Adji Saka, 20, warga Jalan Jepara I, Bubutan.

Sedang dua pelaku lain adalah Homsen, 37, dan Amir Mahmudi, 26, warga Sampang, Madura. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing karena menjadi penadah motor curian dari ketiga pelaku tersebut.

Tersangka Moh Zainal Abidin mengatakan, ia sudah sejak 2018 melakukan aksi curanmor. Selain berkomplot dengan Zainal Abidin, ia juga biasa bermitra dengan Say Adji Saka. Untuk beraksi, mereka tidak perlu merusak kunci kontak motor dengan kunci T.

Mereka mengaku mengincar sepeda motor yang tidak dikunci setir atau kuncinya masih menempel di sepeda motor. Untuk sepeda yang tidak dikunci setir, tersangka pun membawa kabur motor dengan mendorongnya sampai ke tukang kunci. “Saya buatkan duplikat kuncinya kemudian baru saya bawa lari,” ujarnya.

Tersangka mengaku selalu mengincar sepeda motor matik sebagai sasaran. Selain mudah dicuri, juga mudah dijual. Ia biasa melego sepeda matic dalam kondisi gres seharga sampai Rp 18 juta ke Honsen di Sampang hanya seharga Rp 4 juta saja.

Selanjutnya, Honsem menjual lagi motor curian itu ke tersangka Amir seharga Rp 5 juta. Tersangka Amir kembali menjual motor itu via media sosial. “Saya jual melalui online dengan harga Rp 5,5 juta. Jadi saya untung Rp 500 ribu,” aku Amir. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia