Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Picu Polemik, Perubahan Nama Jalan Bung Tomo Masih Alot

13 Januari 2020, 16: 10: 04 WIB | editor : Wijayanto

POLEMIK: Pengendara melintas di Jalan Bung Tomo yang ada di kawasan Ngagel, Surabaya.

POLEMIK: Pengendara melintas di Jalan Bung Tomo yang ada di kawasan Ngagel, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Usulan pergantian nama Jalan Bung Tomo di kawasan Ngagel menuai polemik berkepanjangan. Selain keluarga Bung Tomo, sejumlah pemerhati dan aktivis sejarah Kota Pahlawan keberatan jika Jalan Bung Tomo diganti namanya menjadi Jalan Kencana.

Kabid Perizinan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kota Surabaya Lasidi mengatakan, Pemkot Surabaya sejatinya terbuka dengan usulan alternatif dari keluarga Pahlawan Nasional Bung Tomo dan pegiat sejarah Kota Pahlawan.

Salah satu opsi yang disampaikan para pegiat sejarah adalah mengganti nama Jalan Bung Tomo menjadi Jalan Makam Bung Tomodaripada mengembalikannya ke nama lama, Jalan Kencana. “Usulan itu juga alternatif yang bagus,” kata Lasidi.

Menurut dia, pemkot tetap terbuka dan menyerahkan keputusan tersebut kepada DPRD Surabaya. Surat usulan perubahan nama Jalan Bung Tomo yang dikirim Pemkot Surabaya ke DPRD Surabaya masih Jalan Kencana.

"Ssaat hearing (bersama DPRD Surabaya, Red) juga ada usulan dinamai Jalan Makam Bung Tomo. Itu juga bagus, namanya usulan. Kalau nanti ada perubahan apa pun, yang disetujui, kita terima," katanya.

Sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Nama Jalan dan Sarana Umum, pemberian maupun perubahan nama jalan harus mendapat persetujuan DPRD Surabaya. Sejumlah aktivis sejarah meminta nama Jalan Bung Tomo tetap dipertahankan dan menamai Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dengan Jalan Stadion Gelora Bung Tomo.

“Kalau pemkot berharap Jalan Bung Tomo sepadan dengan Jalan Ir. Soekarno yang panjang itu. Itu nanti di JLLB kan panjang, dibagi dua. Satu jalan Bung Hatta dan satunya lagi Jalan Bung Tomo," jelasnya.

Anggota Pansus Perubahan Nama Jalan di DPRD Surabaya Ibnu Shobir mengatakan, saat ini DPRD Surabaya belum memutuskan apa pun terkait surat usulan perubahan nama jalan dari Pemkot ke DPRD Surabaya. Namun, dewan akan menerima aspirasi masyarakat yang sebagian besar ingin mempertahankan nama Jalan Bung Tomo di dekat Makam Bung Tomo, kawasan Ngagel.

Ibnu menegaskan, pansus akan memanggil Dinas PU untuk memberikan pernyataan terkait dengan progres pembangunan JLLB. Pansus yang bertugas hingga pertengahan Februari tersebut juga mendesak Pemkot Surabaya menyiapkan langkah konkret terkait perubahan identitas kependudukan seperti KTP, sertifikat tanah, dan data lain jika sejumlah jalan berubah nama.

Ibnu mengaku belum mendapatkan penjelasan terkait pemilihan nama Jalan Kencana untuk menggantikan Jalan Bung Tomo yang berada di Ngagel, Surabaya.

"Mengapa dipilih nama Jalan Kencana, kami belum tahu. Yang saya tahu, dulu namanya Jalan Kencana. Saya lupa tahunnya, kalau gak salah, sebelum Bung Tomo wafat dan dimakamkan di Ngagel itu," ungkapnya.

Ibnu mengaku bisa memahami keinginan pemkot memberikan nama Jalan Bung Tomo di JLLB yang panjang. Sebab, Jalan Bung Tomo di Ngagel terlalu pendek. “Untuk menghargai Bung Tomo, Ibu Risma ingin nama Bung Tomo ditempatkan di JLLB yang ruasnya sangat panjang,” katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia