Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

KPU Bakal Gunakan E-Rekap di Pilkada, Lebih Cepat, Efisien, Transparan

13 Januari 2020, 15: 54: 25 WIB | editor : Wijayanto

Ketua KPU Jatim Choirul Anam

Ketua KPU Jatim Choirul Anam (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ada yang berbeda dalam pemilihan kepala daerah serentak (pilkada) pada 23 September 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menerapkan rekapitulasi secara elektronik (e-rekap) di semua daerah. Sistem informasi perhitungan (situng) pun tetap dilakukan.

“Jadi, tidak ada lagi rekap di tingkat kecamatan dan tingkat KPU kabupaten/kota,” ujar Ketua KPU Jatim Choirul Anam.

Saat ini KPU Jatim sudah melakukan pemetaan tempat pemungutan suara (TPS) dengan menggunakan global positioning system (GPS). GPS itu ada kaitannya dengan e-rekap. Semua TPS ditentukan koordinat GPS-nya.

“Nah, petugas KPPS hanya memfoto hasil proses penghitungan C1 Plano dengan ponsel pintar, kemudian langsung dikirim ke KPU RI,” katanya.

Mantan anggota KPU Surabaya ini menambahkan, form C1 Plano juga dikirim ke Bawaslu dan tim sukses. Sehingga kepercayaan publik bisa terjaga. “Kalaupun ada kesalahan masih bisa dikoreksi,” ujarnya.

Anam menegaskan, e-rekap sengaja dipilih KPU karena tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Cukup ponsel yang punya kamera bagus. “Kami yakin semua petugas KPPS punya HP. Nantinya HP dan SIM Card akan diregister untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kelebihan e-rekap selain cepat, masyarakat juga bisa mengetahui,” kata Anam.

Menurut dia, sistem e-rekap sangat memudahkan penghitungan suara. Akurasinya pun lebih bagus. Kemungkinan gugatan dari parpol terkait dugaan penggelembungan suara di kecamatan bisa ditekan. “E-rekap akan mengurangi beban petugas dan menghemat waktu. Situng dikritik karena dinilai rawan untuk dimanipulasi,” katanya.

Anam menambahkan, inovasi baru tersebut diyakini mampu mempercepat proses rekapitulasi sekaligus transparasi pelaksanaan pemilu. Partai politik dan Bawaslu akan dikirimi C1 Plano. “Untuk menghindari gugatan atau kesalahan pastinya ada regulasi. Bahwa proses rekap digital ini akan kita lampirkan dengan hasil scan dokumen aslinya,” katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia