Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

APINDO: Awal Tahun Bisnis Belum Menggairahkan

13 Januari 2020, 00: 09: 22 WIB | editor : Wijayanto

CRAFT: Bisnis kerajinan diharapkan bisa mengungkit iklim usaha.

CRAFT: Bisnis kerajinan diharapkan bisa mengungkit iklim usaha. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Iklim bisnis di awal tahun 2020 belum menggairahkan Hal tersebut diungkapkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo. 

Pemilihan gubernur Jawa Timur dan pemilihan presiden tahun 2019 memang sudah dilewati. Tapi dampak dari kebijakan baru itu justru yang kini dirasakan pengusaha. “Banyak ketidakpastian dan memilih menunggu,” kata Ketua Apindo Sidoarjo Sukiyanto.

Misalnya, terkait dengan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2020. Pemerintah Jatim telah menetapkan besaran UMSK yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jatim nomor 188/677/KPTS/013/2019 tentang UMSK 2020 yang ditandatangani pada 26 Desember 2019 lalu.

Penetapan UMSK ini didasarkan pada klasifikasi baku lapangan Indonesia dan rekomendasi bupati/wali kota atas usulan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota. Ditetapkannya UMSK ini, perusahaan dilarang mengurangi atau membayar lebih rendah dari yang ditentukan.

Besaran UMSK 2020 di Sidoarjo dibagi menjadi tiga sektor dan sub sektor. Kelompok I sebesar sembilan persen dari UMK 2020 Rp 4.193.581. Yakni sebesar Rp 4.571.004,22. Kelompok II sebesar delapan persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.529.068,40. Kelompok tiga sebesar enam persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.445.196,76. 

“Kita masih konsen dengan hasil UMK. Kita belum melaksanakan secara nyata sudah ada UMSK. Ibarat UMK saja tidak mampu, dan sekarang kita ditekan dengan UMSK,” jelasnya. 

Belum lagi, tahun ini Sidoarjo memasuki tahun politik dengan pemilihan bupati dan wakil bupati baru. “Sekarang, setiap pemerintahan baru. Pasti ada keputusan baru. Jangankan pemimpin baru. Tapi periode baru, segala keputusan akan berdampak pada masyarakat apalagi masyarakat bisnis dan pelaku ekonomi,” imbuh Sukiyanto. 

Meskipun demikian, sebagai pengusaha apapun situasinya, apapun kondisinya harus optimistis. “Sebagai pemimpin harus bisa mengundang investor membuat gairah kembali di Sidoarjo,” harapnya. (rpp/vga)

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia