Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Haul Akbar Sidoarjo

Forkopimda, Ulama dan Jamaah Doa Bersama Dinginkan Sidoarjo

12 Januari 2020, 23: 00: 04 WIB | editor : Wijayanto

PIMPIN DOA: Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin hadir dalam doa bersama memperingati hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke 161 di halaman Masjid Agun

PIMPIN DOA: Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin hadir dalam doa bersama memperingati hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke 161 di halaman Masjid Agung, Minggu (12/1). (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Ribuan jamaah Al Khidmah dengan busana serba putih berbondong-bondong ke halaman Masjid Agung Sidoarjo, Minggu (12/1). Mereka mengikuti Majlis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW sekaligus Haul Akbar Sidoarjo dalam rangka hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke-161 tahun 2020. 

Para habib, kiai serta Forkopimda Sidoarjo hadir dalam kesempatan tersebut. Seperti Habib Ahmad bin Zain Al Kaff, Habib Hamid Mauladawilah, Habib Umar Al Hadad, KH. Hilmi Ahmad Basaiban serta Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH dan Dandim 0816 Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya tampak hadir.

Acara dimulai dengan istighotsah dan ditutup dengan mau'idhoh hasanah yang diisi oleh Habib Tohir bin Abdullah Al Kaff dari Tegal. Suasana haru menyelimuti jamaah. Tetesan air mata membasahi pipi jamaah ketika pembacaan doa. 

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Al Khidmah atas kerja kerja samanya selama ini dengan Pemkab Sidoarjo. 

Kerja sama tidak hanya haul  saja, kegiatan khususiyah, manaqib maupun sholawat sering dilakukan di Kabupaten Sidoarjo.

“Acara seperti ini membuat kesejukan tidak hanya untuk wilayah Sidoarjo namun juga untuk wilayah Jawa Timur, khususnya Indonesia,” ujar Cak Nur. 

Ia berharap kerja sama seperti ini dapat terus dilanjutkan. Kerja sama tersebut dibutuhkan Kabupaten Sidoarjo dalam mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya secara fisik dan spiritual. 

Sebab pembangunan fisik menjadi ranah pemerintah. Namun pembangunan mental spiritual menjadi ranah para ulama. Dua hal tersebut sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya.

"Fisik dibangun dengan baik tanpa diikuti batin spiritual yang kuat maka tidak ada kebahagian untuk umat manusia, kedua-duanya harus berjalan dengan baik," tegasnya. (rpp/nis)

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia