Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Features

ACT-MRI Jatim Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir di Gresik

10 Januari 2020, 12: 48: 54 WIB | editor : Wijayanto

CEPAT TANGGAP: Relawan ACT-MRI Jatim menyalurkan bantuan pangan untuk korban banjir di Desa Guranganyar, Cerme, Gresik.

CEPAT TANGGAP: Relawan ACT-MRI Jatim menyalurkan bantuan pangan untuk korban banjir di Desa Guranganyar, Cerme, Gresik. (ISTIMEWA/ACT)

Share this      

GRESIK – Awal tahun 2020 menjadi awal yang cukup menyedihkan bagi sebagian saudara yang terlanda bencana. Khususnya bencana banjir di wilayah Jabodetabek dan Banten. Namun di Jatim, bencana banjir juga terjadi. Seperti di Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme.

CEPAT TANGGAP: Relawan ACT-MRI Jatim menyalurkan bantuan pangan untuk korban banjir di Desa Guranganyar, Cerme, Gresik.

CEPAT TANGGAP: Relawan ACT-MRI Jatim menyalurkan bantuan pangan untuk korban banjir di Desa Guranganyar, Cerme, Gresik. (ISTIMEWA/ACT)

Sekitar 270 rumah tergenang air setinggi 1,5 meter. Seluruh warga yang terdampak telah dievakuasi ke balai desa dan tempat yang lebih aman. Namun demikian, aktivitas warga sangat terganggu apalagi bantuan relatif sulit untuk disampaikan karena jalan utama menuju lokasi banjir juga tergenang air.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)-Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Timur bersama Komunitas Teman Kita Ada dan Insania Indonesia merespons kondisi ini dengan menyalurkan 320 paket pangan ke lokasi banjir, Kamis (9/1).

Bantuan disalurkan ke lokasi pengungsian menggunakan perahu yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Komandan Disaster Emergency Response (DER) ACT Jawa Timur, M. Rohadi, menyatakan bahwa ini adalah bentuk respons cepat tanggap dari ACT terhadap bencana yang terjadi.

"Begitu mendapatkan kabar kalau warga di Cerme, Gresik, mengalami banjir, tim DER ACT langsung berkoordinasi dengan masyarakat di daerah bencana untuk menginventarisir kebutuhan yang dibutuhkan di lokasi pengungsian," ujar Rohadi.

Sementara itu, Andik Taufiq selaku Kepala Desa Guranganyar menceritakan kronologi banjir yang secara cepat menenggelamkan rumah warganya. "Hujan lebat dari sore hingga malam, akibatnya Kali Lamong meluap. Dalam waktu singkat air pun mengepung wilayah desa. Kami bersyukur bisa mengevakuasi warga dengan cepat sehingga tidak ada korban jiwa," terang Andik

Menurut dia, sekitar 270 rumah tergenang air setinggi 1,5 meter. “Warga kami masih sangat bergantung pada bantuan. Kami berterima kasih kepada ACT telah membantu warga kami," imbuh Andik. (aa/act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia