Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Sopan dan Loman Waktu PDKT, Jadi Kejam Setelah Jadi Menantu

10 Januari 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sikap mudah bergaul dengan orang tua lah, yang membuat Karin, 22, mantap dipinang Donwori. Sayang sekali, lain PDKT lain kalau sudah didapat. Sikap Donwori, berubah 180 derajat.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Sudah cerai, Karin baru sadar kalau dia salah ancang-ancang. Dipikirnya dulu, dia dapat pria sempurna. Si Donwori, 32, yang mapan juga sopan. Sayangnya, mungkin semua itu hanya permainan peran.

Karin mengatakan, PDKT-nya dengan Donwori bisa dibilang cukup singkat. Hanya setahunan. Di waktu yang singkat itu, ia sudah bisa meraih hati calon mertua. "Setiap malam minggu main ke rumah, tapi yang diapeli bukan saya. Tapi bapak ibuk, mangkanya cepat akrab," cerita Karin suatu sore di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Perempuan berbadan aduhai ini (maklum masih muda) menjelaskan, ada saja agenda Donwori untuk PDKT dengan camer. Dari sekadar cangkrukan di teras hingga mengajak mereka jalan-jalan. Mungkin karena mendapat lampu hijau, Donwori makin melancarkan triknya. Ia bahkan bersikap layaknya anak laki-laki yang manja di depan mertuanya. Anak laki-laki yang loman karena sering bawa sogokan. Eh oleh-oleh maksudnya.

Menimbang segala perlakuan Donwori yang nampak flawless, orang tua Karin pun kegirangan. Mereka mendorong agar keduanya cepat-cepat menikah. Setelah menentukan tanggal dan segala tetek bengek, menikahlah keduanya.

Usai menikah, Karin diboyong ke rumah Donwori. Ini juga jadi salah satu hal yang membuat orang tua Karin leleh. Muda-muda sudah sukses punya rumah.

Namun sejak inilah, hubungan mertua dan menantu yang awalnya semanis gula selengket gulali ini tiba-tiba renggang. Jangankan membelikan ini dan itu, atau mengajak jalan-jalan seperti biasanya, bahkan Donwori melengos saat mertua Karin main ke rumah.

Itu kalau dia sedang badmood. Kalau orang tua Karin sedang beruntung, Donwori juga akan ikut nimbrung. Namun mertuanya, tak akan pernah lagi melihat kata-kata Donwori yang sopan dan selalu merendah. Karena bicara Donwori cenderung nyablak semaunya sendiri."Gimana ya menjelaskan. Pokoknya tipikal orang yang gak ada hormatnya sama mertua lah," lanjut Karin.

Ia juga bahkan tak sungkan untuk menunjukkan kekesalan di muka mertua kalau tidak suka. Misalnya saat mertua merokok tidak di tempatnya. Juga ketika sedang terdesak pinjam uang.  Pokoknya setelah menikah, bukanlah Donwori yang dulu.

Dari situ saja sebenarnya Karin sudah mulai kesal dengan suaminya. Hanya saja masih bisa ditahan lah. Namun setelah kemudian Donwori terindikasi selingkuh. Pamitnya kerja dinas tapi di video call selalu ngeles. Juga bukti chatnya dengan perempuan yang sengaja ia sadap, Karin hilang kesabaran. "Kalau sudah bosan ya ayok cerai saja. Saya mah santai. Lagian pria seperti itu tidak worth it dipertahankan," lanjut Karin yang merasa kurang lama ngetes calon suaminya sebelum menikah. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia