Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jatim Harus Ambil Celah Perang Dagang AS-China untuk Pasarkan Komoditi

09 Januari 2020, 17: 56: 00 WIB | editor : Wijayanto

CELAH PASAR: Ketegangan hubungan antara AS-Tiongkok mulai dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia untuk membidik pasar ekspor kedua negara tersebut.

CELAH PASAR: Ketegangan hubungan antara AS-Tiongkok mulai dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia untuk membidik pasar ekspor kedua negara tersebut. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) menilai adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, memberi celah Jatim untuk mengambil pasar di kedua negara tersebut. Sehingga, pengusaha perlu mencari celah dan cara agar produk atau komoditas Jatim bisa diterima oleh negara tersebut.

Oleh sebab itu, kini Kadin Jatim tengah menginventarisasi komoditas potensial yang bisa masuk ke pasar AS dan Tiongkok. Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan, terdapat sejumlah komoditas potensial yang bisa ditingkatkan ekspornya ke AS. Seperti pakaian jadi atau garmen, mebel, karet, elektronik, perhiasan, kayu, tas, kertas dan mainan anak.

Sedangkan komoditas dari Jatim yang potensi untuk ditingkatkan ekspornya ke Tiongkok itu seperti ikan, produk kimia, besi baja, tembaga, batubara, bubur kayu dan plastik. "Jadi yang awalnya Tiongkok mengimpor barang dari Amerika dan Amerika impor dari Tiongkok, maka sekarang itu bisa diambil oleh produk-produk kita," terangnya.

Selain berupaya meningkatkan kinerja perdagangan luar negeri, Adik menyebutkan, pihaknya juga akan menggencarkan kembali program business to business (B2B) dengan pengusaha luar daerah atau luar pulau guna menggenjot sektor perdagangan dalam negeri.

Menurutnya, selama ini Jatim telah menyuplai bahan kebutuhan untuk wilayah Indonesia Timur. Dia meyakini, dengan meningkatnya perekonomian dan daya beli masyarakat di luar pulau Jawa, khususnya wilayah timur, dapat dipastikan kondisi itu bisa mengerek kinerja perdagangan Jatim.

"Kami optimistis tahun ini pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih baik dari sebelumnya, sehingga berdampak pada tingkat daya beli masyarakat, dan pada sektor perdagangan kita," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan adanya kerja sama yang kuat antar pengusaha Jatim dengan pengusaha di wilayah timur supaya terjadi transaksi jual beli barang kebutuhan sesuai dengan komoditas unggulan di setiap daerah. Selain itu, dalam lima tahun ke depan, Kadin Jatim juga akan fokus meningkatkan kemudahan berbisnis di Jatim.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan membentuk tim khusus yang menangani kemudahan berusaha. Yang terdiri dari seluruh stakeholder yang ada, mulai dari Kadin Jatim, Pemprov Jatim, sampai Kadin Indonesia dan pemerintah pusat yang harus mau bersinergi.

"Kami juga membuat saluran komunikasi cepat dengan membuka hotline Kadin Jatim bagi para pengusaha anggota Kadin. Sehingga mampu mendorong lahirnya pengusaha baru di Jatim melalui semua channel, termasuk dari Kadin Institute sebagai lembaga taktis Kadin Jatim," urainya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia