Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Video Call dengan Selingkuhan Setiap Waktu Setiap Kesempatan

07 Januari 2020, 16: 35: 48 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Entah tumpul atau bagaimana naluri Karin, 35. Dia selingkuh, tapi caranya menutupi perselingkuhan kurang canggih. Ya jelas cepat ketahuan. Bodohnya, masih ngotot saja tak selingkuh.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

"Yaapa gak ketahuan, lek nek ngarepku video call-an ae gak mandek-mandek," jelas Donwori di sebuat kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, belum lama ini.

Donwori mengatakan, dalam sehari, ada lima kali lebih Karin video call-an. Kadang dilakukan saat sedang nonton televisi, sembunyi-sembunyi di dapur atau di teras. Bahkan saking niatnya Karin rela bangun tengah malam menunggu Donwori terlelap untuk melanjutkan video call lagi. "Percoyo gak percoyo, lagi perjalanan bareng, tak tinggal nak toilet opo ngisi bensin, yo nyempet-nyempetno video call," jelas Donwori, kesal.

Sikap Karin ini berubah beberapa bulan terakhir. Donwori juga tak tahu istrinya kecantol siapa, kok sampai kecanduan video call ini. Setiap ditanya marah. Tak terima disalahkan. Pernah sekali Donwori mencoba merebut handphone milik Karin. Buntutnya panjang, Karin membanting handphonenya. Lalu masalah jadi besar. Karin jadi bawa-bawa gaji Donwori yang kecil. Bawa-bawa ibu Donwori yang katanya jadi mertua tapi musuhi mantu.

Tak cukup mengamuk, Karin lalu minggat tiga hari ke rumah sepupu. Karin baru mau pulang setelah Donwori menyusul, memohon-mohon sambil berjanji tidak kepo.

Besoknya lagi, kelakuan Karin kumat lagi. Kali ini dengan handphone baru pemberian Donwori. Lagi-lagi, Karin ditanyai tak mau mengaku. Setiap ditanya, jawabannya selalu sama,"Konco-konco. Westalah gak usah cemburu!" kata Karin.

"Lek konco iku ya, gak atek yang-yang an. Paling cewek podo cewek nyeluk beb biasa, tapi gak tau krungui aku nyeluk yang-yang," Di saat seperti ini sempat-sempatnya Donwori ngelawak.

Semakin hari, perselingkuhan Karin makin ugal-ugalan. Video call-nya makin tak kenal waktu. Sementara Karin selalu cekikikan di depan layar ponselnya, hati Donwori bergejolak. Ia ingin marah, tapi takut ditinggal. Akhirnya ia hanya ngempet dan ngempet.

Awalnya, Donwori berpikir Karin akan tetap setia. Karin sendiri padahal sudah berjanji ke Donwori. Katanya, “Wes ala ojok khawatir, iki (perselingkuhannya, Red) mung selingan. Gawe hiburan.” Kenyataannya, Karin keterusan. Ketagihan kelas dewa.

Suatu ketika, dengan sangat dingin Donwori meminta Karin untuk pulang kembali ke rumah orang tuanya. Karin sudah tidak mau lagi melanjutkan hubungan, ia meminta cerai. Donwori bagaimana? Ia ngeyel bertahan. Tapi sayang, Karin juga tetap teguh pendirian. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia