Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Ini Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit Selama Musim Hujan dan Banjir

07 Januari 2020, 16: 06: 08 WIB | editor : Wijayanto

Ketua Umum PDEI dr. M. Adib Khumaidi Sp.OT

Ketua Umum PDEI dr. M. Adib Khumaidi Sp.OT (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Mengingat musim hujan dan cuaca ekstrim ini masih akan berlangsung hingga dua bulan mendatang dan dikhawatirkan adanya banjir susulan atau berulang, Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) mengimbau masyarakat agar melakukan pencegahan semaksimal mungkin.

“Ada beberapa cara yang bisa dilakukan,” kata dr. Mohammed Adib Khumaidi Sp.OT, Ketua Umum PDEI.

Waspadai Penyakit-Penyakit Ini Pasca Datangnya Banjir

Yang pertama adalah menghindarkan anak-anak bermain air banjir agar terhindar dari berbagai jenis penyakit yang mungkin timbul sesudahnya. Kedua, tidak merendam kaki dalam air banjir kecuali untuk upaya penyelamatan.

“Ketiga, segera mengganti pakaian basah dengan pakaian kering untuk mencegah hipotermia,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Ini.

Keempat adalah melindungi anggota tubuh dengan mengenakan sarung tangan dan sepatu boots apabila harus terjun ke dalam air banjir. Kelima, mengenakan masker sewaktu membersihkan rumah dari kotoran air banjir serta hindari luka yang dapat berpotensi masuknya kuman.

Keenam, mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis. “Banyak minum air putih daripada minuman jenis lainnya untuk menjaga agar asam lambung tetap seimbang, serta juga tidak mengonsumsi makanan pedas,” terang presiden terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2021-2024 ini.

Langkah ketujuh adalah mengonsumsi makanan yang segar dan memperhatikan waktu kedaluwarsa. “Jangan lupa untuk mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik sebelum makan,” tukasnya.

Kedelapan, menyiapkan persediaan obat-obat sederhana seperti penurun panas, obat lambung dan diare serta vitamin. Terutama untuk anak-anak dan balita. Jika ada keluhan kesehatan lebih lanjut segera berobat ke dokter di puskesmas atau posko kesehatan.

“Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit paska banjir, yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja terutama anak-anak kita,” ungkap dokter kelahiran Lamongan ini.

PDEI juga mengimbau kepada pemerintah daerah untuk ketersediaan air bersih, tempat pengungsian dengan  higienis dan sanitasi yang baik untuk masyarakat di wilayah terdampak banjir.

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia