Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Waspadai Penyakit-Penyakit Ini Pasca Hujan dan Banjir

07 Januari 2020, 15: 55: 03 WIB | editor : Wijayanto

BAHAYA MENGANCAM: Anak-anak bermain air pasca banjir di Surabaya. Ketua PDEI dr. M. Adib Khumaidi Sp.OT (insert).

BAHAYA MENGANCAM: Anak-anak bermain air pasca banjir di Surabaya. Ketua PDEI dr. M. Adib Khumaidi Sp.OT (insert). (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dr. Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT. mengungkapkan, ada banyak penyakit yang berpotensi muncul paska banjir. Di antaranya adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan karena air banjir yang kotor bercampur dengan kotoran tikus dan sampah.

“Paska banjir juga ada kemungkinan munculnya penyakit diare dan demam Tifoid. Dua penyakit itu disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman, serta kebersihan yang kurang higienis. Terutama karena selama banjir berlangsung, banyak tumpukan sampah dan kotoran bercampur ke dalam rumah dan menempel di tubuh,” ungkap dr. Adib.

Ini Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit Selama Musim Hujan dan Banjir

Demam Berdarah Dengue (DBD), lanjut dr. Adib, juga menjadi penyakit yang bakal mengancam  setelah musim banjir. Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes Agepty yang berpotensi muncul akibat tumpukan sampah dan rongsokan di area yang lembab paska banjir.

“ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) juga harus diwaspadai. Penyakit tersebut disebabkan oleh udara dingin bercampur dengan air beraroma kotor selama banjir berlangsung,” sambungnya.

Lebih jauh dr. Adib menjelaskan, penyakit asam lambung dan migren juga dimungkinkan datang setelah banjir melanda. Penyakit itu disebabkan karena umumnya korban banjir tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan tidak makan tepat waktu. “Asam lambung dan migren umumnya banyak dialami oleh korban banjir usia produktif dan lansia,” ungkap dia.

Ditambahkannya, flu dan demam juga bisa menyerang. Penyakit ini disebabkan karena korban banjir terpapar air dan udara dingin cukup lama. “Infeksi kulit yang terjadi akibat paparan dengan air banjir yang bercampur dengan kotoran manusia, hewan, serta sampah dan lumpur, juga dikhawatirkan muncul,” imbuh dr. Adib.

Presiden Elect PB Ikatan Dokter Indonesia (DI) 2021-2024 ini menjelaskan, selain sampah dan kotoran yang bercampur dalam air banjir, dikhawatirkan juga ada hewan liar serta pecahan benda-benda tajam yang turut dalam arus banjir tersebut.

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia