Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Modifikasi Hanbok dengan Kearifan Lokal

07 Januari 2020, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ANGGUN: Sejumlah model memeragakan busana karya Andryan di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya.

ANGGUN: Sejumlah model memeragakan busana karya Andryan di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. (HERNINDA CINTIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Di era modern ini, umumnya hanbok dipakai ketika menghadiri acara formal atau semiformal. Seperti pernikahan atau festival tradisional. Ini karena motif dari elemen karakteristik hanbok tradisional yang sangat kuat melekat pada busana tersebut. 

Nah, desainer dR Andryan mencoba mengkreasikan hanbok modern dengan motif lokal. Desainer asal Sidoarjo ini menghadirkan busana Korea Selatan itu dengan sentuhan kenangan masa lalunya. "Masa lalu yang saya kenang adalah bencana lumpur Lapindo," katanya di Surabaya, kemarin. 

Menurut dia, bencana yang menenggelamkan puluhan ribu rumah pada akhir Mei 2006 itu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Pasalnya, kejadian tersebut berlangsung di daerah tempat tinggalnya. Ia pun merekam memori tersebut dalam rancangan busana. Ini menjadi alasan pemilihan warna-warna kelabu seperti hitam yang dipadukan dengan abu-abu dalam busana hanbok karyanya.

 "Tapi saya mencoba mengrekasikannya dengan desain yang lebih kasual. Saya memang suka segala sesuatu yang erat kaitannya dengan budaya. Maka, saya menghadirkan busana ala Korea," terangnya. 

Dalam satu look, Andryan menampilkan tiga item. Hal ini memberi ruang untuk mengeksplor dan memadupadankan. Ia memilih menggunakan material tenun khas Troso yang didominasi abu-abu. "Saya pilih tenun Troso karena sesuai dengan tema yang ingin saya usung. Warnanya yang kelabu, seperti silver dan sebagainya, menurut saya merupakan lambang dari sebuah memori," jelasnya. (cin/rek)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia