Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Shoes Coloring Competition Asah Kreativitas dan Kerja Sama Ibu-Anak

06 Januari 2020, 17: 50: 00 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK: Pasangan ibu dan anak, Lina dan Charlene Devina bekerja sama dalam Shoes Coloring Competition dengan menggunakan pensil warna dan crayon di Ciputra World Surabaya, Minggu (5/1).

KOMPAK: Pasangan ibu dan anak, Lina dan Charlene Devina bekerja sama dalam Shoes Coloring Competition dengan menggunakan pensil warna dan crayon di Ciputra World Surabaya, Minggu (5/1). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Puluhan pasangan ibu dan anak terlihat kompak melukis sepatu dalam acara Shoes Coloring Competition di Atrium Utama Ciputra World Surabaya, Minggu (5/1). Dengan peralatan lukis dan cat yang mereka bawa sendiri. Mereka berkreasi, menyulap sepatu polosan menjadi penuh warna.

Ada yang desainnya simpel dengan satu warna saja. Ada yang menaburkan seluruh warna dalam satu sepatu. Ada yang ingin menampilkan sisi lebih girly dengan menambah pita. Ada juga yang terinspirasi dari karakter kartun.

Seperti pasangan ibu dan anak, Lina, 39, dan Charlene Devina, 10. Mereka mengonsep sepatunya dengan tema galaksi. Lengkap dengan unicorn di sisi kanan dan kirinya, karakter kesukaan Charlene.

Lina menjelaskan, untuk mengikuti lomba, ia dan anaknya sudah persiapan jauh-jauh hari. Bahkan sebelumnya Charlene sudah membuat model gambarnya di buku gambar. Hanya saja, Lina mengaku sedikit terkejut karena rupanya, melukis di atas buku gambar datar dan sepatu kesulitannya berbeda.

”Kalau buku gambar kan datar ya medianya, jadi enak. Tapi kalau di media sepatu rupanya lebih sulit. Karena ada lobangnya, ada gundukannya,” terangnya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Prita Lisianti,37. Ibunda dari Raeesa Faiza Rahman, 7. Ia mengatakan, meskipun anaknya menyukai gambar dan mewarnai, ia menjumpai sedikit kesulitan karena medianya empat dimensi.

Lomba melukis sepatu ibu dan anak ini dipilih karena lebih unik dan menantang. Daripada melukis di atas buku gambar yang sudah umum.

Apalagi menyesuaikan dengan momen seusai libur panjang Natal dan tahun baru. Di mana anak-anak harus kembali ke sekolah. “Nanti sepatunya bisa dibawa pulang dan dikenakan,” ujar Rossy Kusuma, selaku penanggung jawab acara. (ism/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia