Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Awal Tahun, Harga Cabai Tembus Rp 48 Ribu per Kg

06 Januari 2020, 06: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

PEDAS: Harga cabai di beberapa pasar di Gresik mengalami kenaikan.

PEDAS: Harga cabai di beberapa pasar di Gresik mengalami kenaikan. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Awal tahun 2020 sejumlah harga bahan pokok di di beberapa pasar di Gresik masih cukup tinggi. Komoditas yang mendominasi kenaikannya adalah cabai rawit dan besar. Seperti cabai besar, pada akhir tahun 2019 mengalami kenaikan cukup tinggi hingga 55 persen dari Rp 21 ribu kini melonjak jadi Rp 33 ribu.

Pada awal 2020, harga cabai makin pedas dan tembus Rp 48 ribu. Dalam data daftar harga rata-rata kebutuhan pokok dari 7 pasar di Kota Pudak milik Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) harga cabai besar paling tinggi mengalami kenaikan.

Harga cabai rawit yang dijual dengan harga Rp 32 ribu, pada awal tahun ini mengalami kenaikan 31 persen atau sekitar Rp 42 ribu per kilogram.

Kepala Diskoperindag, Agus Budiono mengatakan kenaikan harga cabai karena permintaan yang cukup tinggi dan ketersediaan barang rendah. "Terutama cabai besar masih tinggi," ujarnya.

Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan, namun masih dalam tahap normal. Seperti harga gula pasir Rp 12.071 naik Rp 12.214 dan minyak goreng kemasan dari Rp 12.071 menjadi Rp 12.286. Jika di persentase kenaikan dua bahan pokok tersebut hanya 1 persen.

Sejumlah bahan pokok lainnya juga mengalami penurunan. Tercatat ada 8 harga bahan pokok yang harganya turun. Seperti, kacang hijau, kacang tanah, ikan bandeng, ikan pindang, ayam potong boiler, bawang merah, bawang putih dan telur ayam boiler. "Alhamdulilah harga pangan stabil dan terkendali," pungkasnya. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia