Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Rekomendasi PDIP Jatim untuk Pilkada Serentak 2020 Turun 10 Januari

03 Januari 2020, 16: 41: 18 WIB | editor : Wijayanto

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengatakan surat rekomendasi DPP PDI Perjuangan untuk pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah turun pada awal Januari 2019.

Sri Untari mengungkapkan untuk rekomendasi Pilkada serentak 2020 Jatim, diumumkan antara 10-11 Januari mendatang. Tepatnya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Hari Ulang Tahun PDIP ke-47 PDIP di Jakarta.

"Nanti DPP yang akan mengumumkan saat Rekernas. Baru tiga hingga empat daerah yang akan diumumkan. Sisanya menyusul," ujarnya. Saat ditanya apakah rekomendasi yang akan diumumkan tersebut salah satunya termasuk Surabaya, Untari enggan memberikan bocoran. Menurutnya daerah yang diumumkan nantinya adalah daerah yang paling siap.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim ini menyebut keluarnya rekom adalah kewenangan penuh DPP PDIP. Menurutnya pengurus di daerah hanya memberi usulan dan laporan berdasarkan pengamatan situasi politik, serta hasil survei yang telah dilakukan.

Hingga saat ini, lanjut Untari, sudah 12 kabupaten/kota yang surveinya sudah diserahkan ke DPP PDIP. Sisanya sebanyak tujuh daerah masih dalam proses. "PDIP telah menunjuk lembaga survei dari eksternal partai. Pokoknya nanti Ibu Ketua Umum yang mengumumkan langsung saat Rakernas,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi memastikan partainya baru akan mengumumkan rekom pada 10 Januari mendatang. Menurutnya informasi tersebut diperoleh dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. "Tapi kami belum bisa memastikan daerah mana saja yang turun rekomendasinya," katanya.

Pria yang menjabat Ketua DPRD Jatim ini mengatakan partainya tetap membuka kerjasama. Tidak hanya dengan partai politik, melainkan juga dari seluruh komponen masyarakat seperti organisasi masyarakat. "Tergantung kondisi di masing-masing daerah," pungkasnya. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia