Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Istri Lebih Tua, Suami Tak Betah di Rumah

03 Januari 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Serius nanya. Kenapa kebanyakan laki-laki senang sekali keluar rumah? Betah di warung berjam-jam, misalnya. Apa dengan istri saja tak cukup? Bosan ya kalau barengan terus?

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

SAMA dengan Donwori, 27, ini. Yang tak pernah betah barang sejam saja di rumah. Ia punya rumah, tapi macam musafir. Tak pernah pulang. Ada saja agendanya. Ya ke warung, futsalan, memancing, mengunjungi kawan. Pokoknya ada saja alasannya.  Ia hanya pulang untuk tidur, makan pun sering di luar.  Apalagi ngopi.

“Kadang pamitnya salat jamaah di musala, tapi bablas. Pulang-pulang kalau sudah lewat tengah malam,” keluh Karin, 31, di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.

Padahal, Karin dan Donwori masih terhitung pengantin baru. Usia pernikahannya saja masih belum genap satu tahun. Harusnya masih lengket-lengketnya. “Kadang kalau kelamaan (di musala) pengen tak susul juga. Tapi malu jadi omongan orang-orang. Nanti dipikir mentang-mentang pengantin baru maunya deketan terus sama suami,” lanjut Karin.

Karena itu, yang bisa Karin lakukan hanya bisa menunggu di rumah. Ia juga kapok menanyai suaminya karena setiap bertanya, hanya dijawab dengan tatapan dingin. Ia ngeri sendiri.

Perempuan dengan rambut disemir pirang ini curiga. Mungkin sikap suaminya ini lantaran ia tidak senang dinikahkan dengan Karin yang usianya lima tahun lebih tua darinya. Mungkin Donwori marah dengan itu. Dan kemarahannya diwujudkan dengan tak pulang ke rumah.

Dugaan Karin ini beralasan. Karena selama usia pernikahan yang singkat ini, Donwori juga jarang mengajak Karin bicara apalagi bercinta. Suaminya, benar-benar pelit kata-kata.

Kecurigaannya terbukti. Rupanya di belakang Karin, selama ini Donwori selingkuh dengan perempuan yang lebih muda. Yang tidak lain adalah kekasihnya sebelum Donwori menikahi Karin. Bahkan, rumornya sudah menyebar kalau Donwori kerap pulang ke rumah si selingkuhan mudanya.

 “Jadi ternyata punya pacar tapi terpaksa menerima perjodohan keluarga. Tapi akhirnya malah kayak gini. Harusnya kalau sudah tidak suka dari awal tidak usah mau dinikahkan. Kalau begini kan menyakiti,” pungkas Karin. Ia kalah satu set dengan gendaan asli Donwori. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia