Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Cleaning Servis Rumah Sakit Simpan Sabu di Kaos Kaki

30 Desember 2019, 15: 44: 30 WIB | editor : Wijayanto

MENYESAL: Tersangka Denny Panca Romadhon saat dirilis di Mapolsek Tenggilis Mejoyo.

MENYESAL: Tersangka Denny Panca Romadhon saat dirilis di Mapolsek Tenggilis Mejoyo. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Raut wajah Denny Panca Romadhon, 21, warga Jalan Gubeng Kertajaya I KA, Surabaya tampak sedih. Dia menjadi penghuni tahanan Polsek Tenggilis Mejoyo lantaran menyimpan sabu-sabu di kaos kaki.

Selain menjadi pengedar narkoba, pemuda tersebut terbukti sebagai pemakai SS. “Dia pengedar sekaligus pemakai sabu,” kata Kapolsek Tenggilis Mejoyo AKP Kristiyan Beorbel Martio didampingi Kanit Reskrim Ipda Wahyu.

AKP Kristiyan menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari informasi masyarakat. Lelaki yang bekerja sebagai cleaning servis rumah sakit swasta itu diketahui mengonsumsi SS dan menjual paket SS.

Berbekal informasi tersebut polisi mengintai pelaku beberapa hari. Puncaknya pada Kamis (19/12) lalu. Pelaku saat itu hendak mengantarkan SS ke temannya. Dia nekat pulang awal dari tempat kerjaya ke rumahnya untuk mengambil SS.

Setelah mengambil narkoba, pelaku hendak mengirim barang ke temannya. Namun di tengah perjalanan, dia tak sadar jika telah dikuntit anggota reskrim.

Sesampainya di Jalan Bagong, pelaku dihentikan paksa aparat dan dilakukan upaya penggeledahan. “Dua poket sabu ditemukan di dalam kaos kaki yang dipakai. Masing-masing 0, 39 gram dan 0, 40 gram,” lanjutnya.

Ditemukannya barang bukti tersebut tersangka mati kutu. Dia mengakui kepemilikan serbuk kristal itu. Dia lalu dikeler ke kamar kosnya. Dari dalam kos pelaku, polisi mendapati barang bukti dua poket SS dengan berat 0, 45 gram dan 0, 31 gram.

Selain itu aparat juga menemukan 1 buah pipet kaca dan 1 pak plastik klip kosong. “Tersangka mengaku baru membeli 5 poket dengan harga Rp 800 ribu,” terangnya.

Dari 5 poket tersebut oleh pelaku kembali dipecah. Satu poket menjadi dua poket kecil. Oleh tersangka per poket dijual kembali ke pelanggan dengan harga Rp 200 ribu.

Sementara itu tersangka Denny Panca Romadhon mengaku mendapatkan pasokan SS dari Poleng (DPO) di Lapangan Kalibokor. Awalnya dia mengenal SS saat bekerja di cleaning servis sebuah rumah karaoke kurang lebih satu tahun lalu. “Saya makai awalnya. Lalu ditawari, saya ikut menjual,” ucap Denny sambil menunduk.

Denny mengaku nekat turut menjual SS karena tergiur keuntungan yang didapat.“Rencana keuntungan saya mau buat bayar utang ke teman. Saya punya utang Rp 700 ribu,” aku Denny dengan perasaan menyesal. Atas ulahnya tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 jo 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia