alexametrics
Sabtu, 19 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Tak Mau Rugi, Jual Harta Gono Gini sebelum Cerai

29 Desember 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Antara tak mau rugi atau pelitnya keterlaluan. Donwori, 28, menjual barang-barang milik bersama sebelum berpisah dengan Karin, 27. Padahal kalau mau itung-itungan, Karin urunan  lebih banyak.  Tapi namanya Donwori sudah kebanyakan makan lumpia isi rebung, makanya rai gedek. Tak tahu malu.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Kini yang tersisa dari pernikahan Karin dan Donwori hanyalah penyesalan. Lebih tepatnya Karin yang menyesal telah menerima Donwori menjadi suaminya yang ternyata sungguh amunisi. Bentuk marahnya itu lho, sangat tidak bermartabat. Bisa-bisanya merampok harta bersama hanya karena tak terima digugat cerai.

Dengan gamblang dan terperinci, Karin menyebutkan barang-barang yang telah dijual Donwori secara diam-diam. Mulai dari etalase yang ada di toko kelontongnya, timbangan, beras dan segala bentuk barang dagangan yang belum sempat laku saat hubungan keduanya semakin memburuk.

Tak hanya barang dagangan, Donwori juga tak sungkan untuk menjual kendaraan, bersama rumah dan seisinya. Tau-tau, suatu saat ia didatangi sekelompok orang, yang katanya akan merenovasi rumahnya menjadi swalayan. Loh, loh, loh, kok seenaknya sendiri. Rumah yang ditinggali padahal hasil urunan bersama. Karin bahkan urunan lebih banyak lewat pemberian sang kakak.

“Tentu aku umup saat itu. Tapi jawabannya tambah bikin kesal. Katanya daripada dia rugi kalau nantinya tak tinggali sama selingkuhanku, mending dijual dari sekarang. Astaghfirullah...,” ujar Karin kehabisan kata-kata, saat bercerita di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Apakah Karin kebagian uang hasil penjualan harta bersama itu? Oh, tentu tidak Marimar! Boro-boro dibagi, Donwori bahkan tak menyebutkan ia dapat berapa dari penjualan itu. Karin sebenarnya pengen menuntut balik. Bayangkan saja berapa harga satu unit rumah seisinya ditambah kendaraan. Lak enak Donwori dapat banyak.

Namun ia tak punya energi untuk meladeni tingkah gila Donwori. Baginya Donwori adalah orang stres. Namun ia mengaku untuk urusan yang kedua, ia akan melibatkan pengacara agar gono-gini adil.  Biar dihabisi itu Donwori yang semaunya dewe.

Karin tahu, sikap semaune dewe Donwori ini lantaran ia tak terima diceraikan sepihak oleh Karin meski suaminya itu memaksa untuk terus melanjutkan pernikahan.  Makanya menghalalkan segala cara agar Karin bertahan. Termasuk menyabotase barang-barang ini. Namun kalau sudah begini, yang ada bukannya Karin menyerah, tapi sebaliknya. Ia malah pengen buru-buru pisah.

Ditambah lagi, alasan untuk menceraikan Donwori jauh lebih banyak ketimbang alasan yang menggandolinya untuk bertahan. Kata Karin, Donwori adalah pria bermasalah. Pertama, ia pelit melilit. Kedua, Donwori cemburuan luar biasa. Bahkan ia menuduh Karin sudah punya gandengan baru lantaran mengajukan gugatan ini.

Padahal, alasannya untuk bercerai murni karena ia lelah di-KDRT terus-terusan.”Sudah kapok saja. Dulu sidang pertama masih ampun-ampun. Minta maaf, janji-janji mau berubah sikap, mau lebih perhatian lagi. Pret! Wingine minta maaf, besoke wes lali, kasar maneh, KDRT maneh,” pungkas Karin menutup cerita. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya