alexametrics
Minggu, 29 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Unair Tambah 500 Kuota untuk PMB 2020

20 Desember 2019, 17: 20: 01 WIB | editor : Wijayanto

Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih

Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Proses Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) telah dibuka. Saat ini SMA maupun SMK  sedang menyiapkan diri untuk mendaftar di akun LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi).  Universitas Airlangga (Unair) Surabaya juga telah menyiapkan diri menyambut PMB, salah satunya dengan menetapkan kuota dan perbandingan persentase tiap jalur PMB.

Seperti tahun sebelumnya, PMB dibagi menjadi tiga  jalur yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Mandiri. Unair sendiri telah menentukan persentase  per jalur pendaftaran yakni SNMPTN sebanyak 30 persen, SBMPTN sebanyak 30 persen dan Mandiri sebanyak 40 persen.

Jika tahun lalu, Unair membuka kuota total sebanyak 5.500 mahasiswa baru, maka tahun ini Unair akan menambah 500 kuota mahasiswa baru. “Tahun ini jelas ada kenaikan kuota penerimaan mahasiswa baru  karena ada program studi (prodi) baru yang dibuka,” ujar Rektor Unair Prof M Nasih.

Sebanyak 500 kursi ditambahkan pada PMB 2020 ini, 300 diantaranya untuk pembukaan lima  prodi teknik, yang baru yang dibuka tahun ini. Lima prodi teknik baru itu adalah 1.Teknik Industri, 2. Teknik Elektro, 3. Nanoteknologi, 4. Robotika dan Artificial Intellegent, 5. Data Science.

Dengan penambahan kuota ini, Prof Nasih mengatakan bahwa Unair siap dan serius dalam upaya penyetaraan kualitas lulusan. “Kami harap kami bisa menjaring ahli ahli teknik secara maksimal. 60 calon mahasiswa untuk tiap prodi. Jadi harapannya ke depannya Unair bisa bersaing di kancah yang lebih luas,” ungkap Prof. Nasih.

Khusus untuk SNMPTN, Unair akan mengambil 20 persen kuota untuk penjaringan resmi melalui data base yang masuk di laman LTMPT. Sedangkan 10 persen sisanya mahasiswa baru SNMPTN Unair diambil melalui tambahan jalur prestasi yang dibuka di expo Unair.

“Nanti di expo, seperti tahun lalu, kami akan menjaring semua siswa berprestasi untuk menunjukan pencapainnya secara langsung. Sehingga kami bisa langsung tahu prestasi apa saja yang mereka raih. Kalau sesuai dengan standar maka akan langsung kami terima,” ujar Prof Nasih.

Prof Nasih mencontohkan prestasi yang bisa langsung diterima merupakan prestasi internasional atau minimum juara 1 nasional. Selain itu juga bagi para hafidz akan menjadi prioritas.

“Yang menjadi prioritas tetap prestasi akademik, baru kemudian prestasi non akademik. Misalnya kalau daftar Fakultas Kedokteran, meskipun juara 1 tingkat internasional di bidang seni tapi kalau akademiknya kurang ya pasti tidak diterima karena perhitungan pertama tetap prestasi akademiknya," pungkas Prof Nasih. (ism/rak)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia