Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Kunjungan Kapal Turun, Bongkar Muat Pelindo Gresik Tak Penuhi Target

20 Desember 2019, 14: 14: 45 WIB | editor : Wijayanto

STRATEGIS: Kapal berukuran besar sandar di salah satu dermaga bongkar muat milik PT BMS di kawasan JIIPE Manyar.

STRATEGIS: Kapal berukuran besar sandar di salah satu dermaga bongkar muat milik PT BMS di kawasan JIIPE Manyar. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Arus bongkar muat pelabuhan umum di Gresik pada tahun ini mengalami dinamis. Kondisi itu dipicu berbagai faktor mulai dari cuaca hingga tingkat perekonomian global.

General Manager PT Pelindo III Cabang Gresik Yanto mengatakan, sepanjang Januari- November arus bongkar muat pelabuhan Gresik belum mencapai target yang dicanangkan.

Salah satunya terkait dengan kunjungan kapal sepanjang setahun terakhir. Disebutkan, dari target 3.385 kunjungan kapal, tahun ini hanya terealisasi sekitar 3.639 kapal atau setara 2,7 juta gross tonnage (GT).

“Turunnya kunjungan kapal ini berimbas pada arus bongkar muat. Misalnya CPO, dari yang seharusnya 382.950 ton hanya terealisasi 343.695 ton,” kata Yanto.

Kondisi yang tidak jauh berbeda juga terjadi di sektor bongkar muat batu bara. Sepanjang Januari-November Pelindo Gresik hanya mampu merealisasikan bongkar muat komoditi ini sebesar 1,8 juta ton dari target yang seharusnya 2,3 juta ton. Sementara untuk bongkar muat kayu log dari target 518.287 M3 hanya mampu terealisasi 470.731 M3.

“Tahun ini kami mengalami masalah yang cukup pelik sebab kendaraan muatan batubara dihadang oleh warga sehingga tidak bisa keluar pelabuhan. Akibatnya kapal yang akan singgah terpaksa pindah ke sebuah pelabuhan TUKS di kawasan Manyar,” imbuhnya.

Hal lain dipaparkan, PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) melalui pengelolaan pelabuhan di Java Integrated Industrial Estate (JIIPE) Gresik mencatatkan kinerja arus kapal hingga November 2019 naik 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Daru Wicaksono Julianto mengatakan berdasarkan data trafik hingga November 2019, arus kapal telah mencapai 6.064.918 GT-Etmal atau naik 25,48 persen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama yakni hanya 4.833.338 GT-Etmal.

"Kenaikan juga terjadi dari sisi arus barang yang mencapai lebih dari 1,1 juta ton hingga November 2019, yakni meningkat 16,7 persen dibandingka periode sama 2018 yang hanya 965.108 ton," ujarnya.

Adapun rincian muatan barang tersebut didominasi oleh muatan kering seperti gandum yang mencapai 487.474 ton, kemudian garam 161.871 ton, lalu klinker 132.957 ton dan juga pupuk 118.349 ton. Selain itu terdapat juga gypsum serbuk sebanyak 110.140 ton serta soda ash 78.520 ton.

Diketahui, kawasan Manyar Gresik dan sekitarnya didominasi kawasan industri yang bergerak di sektor barang setengah jadi yang nantinya diolah menjadi barang jadi, seperti gandum yang dibutuhkan industri tepung terigu dan dapat diolah menjadi roti gandum, oatmeal, bahkan biskuit.

"Masifnya pembangunan infrastruktur di area tersebut juga disinyalir membutuhkan banyak campuran clinker sebagai salah satu bahan dasar pembuatan semen," katanya.

Ditambahkan, dari sisi okupansi dermaga (BOR) di PT BMS sepanjang 2019 mencapai 46,31 persen hingga November, dari yang telah dicanangkan 44,77 persen. Begitu juga pada dermaga sisi dalam sebesar 17,52 persen dari yang ditargetkan RKAP perusahaan yaitu 12,48 persen.

"Dari capaian kinerja tersebut kami perkirakan sampai akhir tahun akan terus meningkat. Diharapkan kinerja tahun ini bisa menjadi stimulus bagi kinerja 2020," pungkasnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia