Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Beda Dukungan Klub Favorit, Dikepruk Gelas, Diancam Celurit

20 Desember 2019, 11: 29: 20 WIB | editor : Wijayanto

SUMBU PENDEK: Tersangka M. Faiz dan Achmad Khoirul Anwar beserta barang bukti celurit yang dipakai untuk mengancam korban.

SUMBU PENDEK: Tersangka M. Faiz dan Achmad Khoirul Anwar beserta barang bukti celurit yang dipakai untuk mengancam korban. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Gara-gara beda dukungan klub sepak bola favorit, seorang pemuda dikepruk gelas dan diancam menggunakan celurit. Pemuda malang tersebut adalah Hendra Setiawan, 20, warga Tambak Wedi Baru XII, Kenjeran.

Korban dianiaya penjaga warkop M. Faiz, 31, warga Tambak Wedi Baru, dan saudaranya, Achmad Khoirul Anwar, 28, warga Tambak Wedi Lama Gang Rajawali. Korban pun berdarah karena kepalanya sobek akibat dihantam gelas.

Masyarakat yang mengetahui aksi pengeroyokan tersebut lantas melapor ke Polsek Kenjeran. Anggota Reskrim yang datang ke lokasi mendapati korban mengalami luka parah di kepalanya. Gelas yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban serta sebilah celurit disita sebagai barang bukti.

"Kami gerak cepat. Kedua tersangka langsung kami amankan di lokasi," terang Kanitreskrim Polsek Kenjeran Iptu Evan Andias.

Menurut polisi, kejadian tersebut berawal ketika Hendra sedang ngopi di warung kopi tersebut. Ia menikmati kopi sambil menonton pertandingan sepak bola. Hendra Setiawan diduga mengomentari salah satu tim sepak bola yang sedang bertanding.

Komentar spontan tersebut membuat tersangka Khoirul naik pitam dan mengambil gelas yang ada di hadapannya. Lantas, gelas kaca itu dilemparkan ke bagian kiri kepala korban.

Praaak! Kepala bagian kiri korban pun mengucurkan darah. Tidak berhenti sampai di situ. Korban yang kesakitan terkejut dengan kedatangan Achmad Khoirul Anwar yang membawa senjata tajam.

Ia mengacung-acungkan celuritnya ke arah korban hingga korban ketakutan. Beruntung, anggota Reskrim Polsek Kenjeran yang mengetahui keributan itu datang ke lokasi.

"Korban kami bawa ke rumah sakit, sementara kedua tersangka kami amankan. Celurit itu cuma sebatas untuk menakut-nakuti," tuturnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia