Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Pengembang Lokal Merasa Ditinggal Pemkab Soal Bangun Rusun

19 Desember 2019, 16: 45: 35 WIB | editor : Wijayanto

BERHARAP PROYEK: Kontraktor atau pengembang lokal berharap pemerintah daerah bisa melibatkan mereka dalam membangun proyek rumah susun untuk ASN.

BERHARAP PROYEK: Kontraktor atau pengembang lokal berharap pemerintah daerah bisa melibatkan mereka dalam membangun proyek rumah susun untuk ASN. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pengembang yang tergabung di dalam beberapa asosiasi di Gresik berharap pemerintah daerah dilibatkan dalam proyek rumah susun sederhana milik (Rusunami) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gresik. Harapan itu disampaikan para pengembang kepada Dinas Pemukiman dan Kawasan Perumahan (Perkim) yang menjadi penanggung jawab proyek tersebut.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Koko Wijayanto mengungkapkan, selama ini pengembang lokal jarang dilibatkan pemerintah dalam proyek rumah susun.

Alasannya, karena lelang proyek berada di tangan pemerintah pusat. “Jangankan menang lelang, untuk ikut menjadi peserta lelang kesusahan. Kami selalu ditinggal dan tidak diberikan petunjuk  lengkap untuk menjadi peserta,” ujarnya.

Dikatakan, untuk proyek Rusun ASN Pemkab Gresik rencananya dikerjakan BUMN. Bahkan, saat ini pemenang lelang proyek tersebut sudah ada. “Padahal banyak pengembang lokal yang memiliki qualified dan pengalaman membangun bangunan vertikal,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Perumahan Rakyat (Himpera), Moch Yazid mengatakan, pengadaan rumah pemerintah menjadi salah satu strategi menyambung nafas para developer. Hal itu untuk menutup kerugian sepanjang 2019 karena perlambatan ekonomi.  

“Proyek perumahan plat merah akan menjadi peluang. Khususnya proyek rumah susun sederhana milik (rusunami) dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa),” ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kontraktor atau pengembang lokal supaya berpartisipasi dalam proyeknya.

“Selama ini jika ada proyek rusunawa dan rusunami yang tampil (ikut tender) hanya pengembang besar dan BUMN karya. Sehingga kontraktor lokal tidak bisa merasakan adanya proyek di daerahnya,” tandasnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia