Rabu, 19 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Features
Penuhi Kebutuhan Air Bersih ke Pelosok Negeri

Global Wakaf-ACT Launching Lumbung Air Wakaf di Malang

19 Desember 2019, 09: 41: 02 WIB | editor : Wijayanto

SIMBOLIS: Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin menyerahkan bantuan Air Minum Wakaf kepada penerima manfaat disaksikan Presiden ACT Ibnu Khajar, Direktur ACT Sri Edy Kuncoro dan Bupati Malang HM Sanusi dan undangan.

SIMBOLIS: Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin menyerahkan bantuan Air Minum Wakaf kepada penerima manfaat disaksikan Presiden ACT Ibnu Khajar, Direktur ACT Sri Edy Kuncoro dan Bupati Malang HM Sanusi dan undangan. (ISTIMEWA/ACT)

Share this      

Malang – Kisah teladan khalifah Utsman bin Affan yang mewakafkan satu buah sumur yang dibelinya dari orang Yahudi untuk kemaslahatan umat dan tetap produktif sampai saat ini mengilhami lembaga nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk mendirikan Lumbung Air Wakaf (LAW).

LAW ini dilaunching secara resmi Rabu (18/12) di Waqaf Distribution Center, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Malang. Sebelumnya, ACT melalui Global Wakaf Foundation telah membuat program berupa Lumbung Beras Wakaf (LBW) dan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) untuk pemenuhan pangan umat. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air dibangun Lumbung Air Wakaf sebagai solusi.

Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ustad Ahyudin menyatakan bahwa tingginya kebutuhan air bersih, khususnya untuk konsumsi, mendorong Global Wakaf-ACT meluncurkan program Lumbung Air Wakaf.

“Kami ingin, Global Waka-ACT sebagai lembaga wakaf produktif yang mengelola semua produk wakaf dari hulu ke hilir. Insyaallah kami akan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat secara luas tidak hanya untuk kebutuhan pangan, namun juga konsumsi air bersih yang sangat layak minum secara gratis,” kata Ahyudin.

LAUNCHING: Dari kiri ke kanan; Presiden ACT Ibnu Khajar; Bupati Malang HM Sanusi; Ketua Dewan Pembina ACT Ustad Ahyudin; perwakilan masyarakat penerima air minum wakaf; Direktur ACT Sri Eddy Kuncoro, dan N. Imam.

LAUNCHING: Dari kiri ke kanan; Presiden ACT Ibnu Khajar; Bupati Malang HM Sanusi; Ketua Dewan Pembina ACT Ustad Ahyudin; perwakilan masyarakat penerima air minum wakaf; Direktur ACT Sri Eddy Kuncoro, dan N. Imam. (ISTIMEWA/ACT)

Ia mengatakan, data pada November 2018 menunjukkan sebanyak 33,4 juta penduduk Indonesia masih kekurangan air bersih dan sebanyak 99,7 juta jiwa kekurangan akses untuk ke fasilitas sanitasi yang baik. Karena itu, Lumbung Air Wakaf (LAW) sebagai diversifikasi dari program Lumbung Pangan Wakaf (LPW) berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih itu melalui konsep wakaf.

Menurut tokoh kelahiran Ciamis ini, dirinya ingin semua program ACT dapat menjadi solusi kemiskinan di Indonesia. Tidak hanya siaga dalam bantuan bencana alam atau program kemanusiaan. Namun juga pada solusi pengentasan kemiskinan sebagai permasalahan umat yang paling besar dan laten.

“Landasan spirit dari program ini selain dari kisah sumur wakaf khalifah Ustman, salah satunya juga hadir dari Sa’ad bin Ubadah radhiallahu‘anhu, ketika bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air (sedekah air). Landasan itulah yang membuat kami semakin bersemangat menyebarkan kebaikan,” ungkapnya.

TEBAR BERKAH: Suasana para petugas sedang melakukan pengepakan Air Minum Wakaf untuk didistribusikan ke masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia.

TEBAR BERKAH: Suasana para petugas sedang melakukan pengepakan Air Minum Wakaf untuk didistribusikan ke masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia. (ISTIMEWA/ACT)

Direktur Program ACT Wahyu Novyan menambahkan bahwa Lumbung Air Wakaf memproduksi air minum dengan nama Air Minum Wakaf atau Wakaf Water. “Nantinya, air minum ini akan dibagikan secara gratis kepada para penerima manfaat yang ada di pesantren, sekolah, masjid, masyarakat miskin yang ada di penjuru negeri,” katanya.

Program awal, pihaknya akan mendistribusikan 20 ribu air minum wakaf dalam bentuk cup 220 ml dan botol 600ml. Lokasi distribusi adalah 10 ribu di Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta 10 ribu lainnya di Jawa Barat, Banten dan DKI.

Lumbung Air Wakaf saat ini dikembangkan di Pasuruan, Jatim. Berikutnya akan dikembangkan lagi ke wilayah Sukabumi, Cirebon dan Bandung. Hingga tahun depan, Lumbung Air Wakaf-ACT ditargetkan akan mampu memproduksi 250 ribu karton air kemasan atau setara dengan 6.000.000 botol air kemasan layak minum setiap bulan.

Selain menjadi solusi atas kebutuhan air minum masyarakat, Lumbung Air Wakaf akan berperan mengedukasi dan mengenalkan masyarakat secara luas tentang wakaf. Masyarakat akan melihat dan merasakan langsung bagaimana program produktif yang dihasilkan dari dana wakaf.

“Selain wilayah kesulitan air, sasaran yang kita tuju adalah pondok pesantren yang memiliki keterbatasan kondisi tempat belajar, tidak tersedianya sanitasi yang baik dan para santri yatim piatu yang tidak mampu untuk membayar biaya bulanan. Selain itu juga, masjid-masjid yang kondisinya serupa, sekolah-sekolah yang masuk dalam kategori prasejahtera, hingga masyarakat kurang mampu lainnya yang membutuhkan air minum layak juga menjadi target kami,” jelas Wahyu.

SIAP DISTRIBUSI: Prosesi pelepasan ribuan Air Minum Wakaf melalui truk-truk pengangkut Global Wakaf-ACT dalam acara launching Lumbung Air Wakaf.

SIAP DISTRIBUSI: Prosesi pelepasan ribuan Air Minum Wakaf melalui truk-truk pengangkut Global Wakaf-ACT dalam acara launching Lumbung Air Wakaf. (ISTIMEWA/ACT)

Hingga saat ini, Global Wakaf-ACT telah memiliki armada Humanity Water Truck untuk memenuhi kebutuhan air bersih dari masyarakat. Dengan target 250 ribu karton air bersih layak minum disebarkan setiap bulannya, kehadiran Lumbung Air Wakaf diharapkan dapat memaksimalkan kebutuhan air bersih di Indonesia dan membantu pengentasan kemiskinan.

“Besar harapan kami bahwa Lumbung Air Wakaf dapat berjalan dengan lancar sejak peresmian hari ini hingga implementasi ke depannya. Sehingga, dapat memaksimalkan program air dari ACT yang sebelumnya telah berjalan,” ungkap Wahyu.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran program Lumbung Air Wakaf dan produk Air Minum Wakaf.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Global Wakaf-ACT atas bantuan yang diberikan. Semoga semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu. Insyaallah, Allah akan membantu setiap orang yang mau membantu sesamanya dan sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesamanya,” jelas Sanusi.

Acara peluncuran Lumbung Air Wakaf ini diakhiri dengan prosesi pelepasan ribuan Air Minum Wakaf melalui truk-truk pengangkut Global Wakaf-ACT ke berbagai wilayah di Malang Raya dan Jatim. (jay)

(sb/jay/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia