Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Kencan Pertama Diajak Renang, Berikutnya Malah Ditendang

15 Desember 2019, 03: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Mereka yang datang di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Kota Surabaya untuk mengurus cerai, tak semuanya bertampang lesu loh. Ada banyak yang bawa gandengan. Ada yang datang sendiri tapi tetap tegar. Ketawa-ketiwi menertawakan nasib. Bahkan ada yang sudah move on, ditandai dengan sikap woles menceritakan masa lalu ketika PDKT, seperti Karin, 28, ini.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Pembaca sekalian, apa yang kalian lakukan saat kencan pertama? Di kafe atau nonton? Jika jawabannya iya, halah kalian semua adalah kaum mainstream. Tidak punya kreativitas dan inisiatif. Kayak Karin dong, yang kencan perdananya dihabiskan dengan renang bersama.

Jika perempuan kebanyakan akan takut kalau make up-nya luntur kena air, Karin woles saja. Karena kebetulan, ia tipikal perempuan yang tak terlalu peduli penampilan. Maka dari itu, ia tak menolak, ketika gebetannya dulu, yang kini sudah jadi suami, dan akan jadi mantan suaminya, mengajaknya renang di pertemuan pertama.

“Kita dulu klop, aku senang renang. Mas Wori adalah guru olah raga. Makanya aku diajak renang pas ketemuan,” ujarnya pringas-pringis saat sedang berada di sebuah kantin, dekat PA Klas 1A Surabaya.

Meskipun tak umum bagi kebanyakan orang, kencan pertama dengan renang ini sangat membantu. Karena menurutnya, dapat meleburkan rasa canggung dan kikuk seperti layaknya dua orang yang baru berkenalan. Digantikan dengan keakraban seketika karena ada satu hal sama yang nyambung untuk dibahas.

“Masuk kolam beneran, ya renang. Gak ngobrol banyak, malah kayak dilesi renang saya. Bahkan saya diajari gaya baru,” katanya lagi dengan diikuti tawa. Mungkin malu dan geli mengingat masa lalu. 

Bahkan setelah kencan pertama ini, hubungan keduanya lancar jaya. Tak perlu lama bagi Karin untuk mempertimbangkan kehadiran Donwori. Ia melihat Donwori adalah tipikal pemimpin yang baik. Buktinya, sabar mengajarkan Karin yang bebal tak bisa-bisa. Ia makin yakin.

Pun Donwori yang gercep untuk melamar. Katanya, ia sudah lama kebelet menikah memang. Dan akhirnya, menikahlah keduanya beberapa bulan setelah kenalan. Status jomblo Karin berakhir di usia 26 tahun.

Sayang sekali, kenangan indah Karin dan Donwori hanya bertahan di awal perkenalan dan tahun awal pernikahan. Selebihnya, hanya tangisan. Karena rupanya, Donwori terlalu nakal untuk perempuan polos macam Karin. Donwori adalah tipikal laki-laki penjaja cinta yang tak cukup senang dengan satu pasangan saja.

Walhasil, meski sudah menikah, ia selingkuh sana sini. Karena lelah diselingkuhi, Karin akhirnya memutuskan untuk meminta cerai. Dan kembali menjalani kehidupan masing-masing. “Sudah capek saya mengalah. Dimaafkan tapi diulang-ulang terus. Ya sudahlah, mungkin memang begini jalannya,” pungkasnya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia