Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
KKN Tematik Mahasiswa UNTAG di Ngagel Rejo

Bikin Program Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

14 Desember 2019, 18: 03: 16 WIB | editor : Wijayanto

TURUN LAPANGAN: Dari kanan; Dosen pembimbing UNTAG Surabaya Noorshanti Sumarah, Kepala DKRTH Ir. Chalid Buhari, Warek II UNTAG Dr. Chalik, MM dan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Aris Heri Andriawan ST. MT. di sela KKN Tematik.

TURUN LAPANGAN: Dari kanan; Dosen pembimbing UNTAG Surabaya Noorshanti Sumarah, Kepala DKRTH Ir. Chalid Buhari, Warek II UNTAG Dr. Chalik, MM dan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Aris Heri Andriawan ST. MT. di sela KKN Tematik. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sebanyak 45 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya dari 25 program studi, telah selesai melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di RW 10 Ngagel Dadi, Kelurahan Ngagel Rejo, Surabaya.

Kegiatan ini ditutup dengan peresmian RW 10 Ngagel Dadi sebagai Kampung Sereh, sebagai hasil dari program kerja mahasiswa yang telah dilakukan.

Wakil Rektor II UNTAG Abdul Halik menuturkan, dalam KKN Non Reguler atau Tematik ini, program kerja mahasiswa memang disesuaikan dengan kebutuhan atau permasalahan-permasalahan yang ada di kampung.

PENGABDIAN: Mahasiswa dan dosen UNTAG Surabaya bersama pejabat dari DKRTH dan DLH serta warga usai penandatanganan Kampung Wisata Sereh RW X Ngagel Dadi Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya.

PENGABDIAN: Mahasiswa dan dosen UNTAG Surabaya bersama pejabat dari DKRTH dan DLH serta warga usai penandatanganan Kampung Wisata Sereh RW X Ngagel Dadi Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Sehingga, sebelum membuat program kerja, terlebih dahulu mahasiswa harus melakukan survei pada kampung. Menurutnya, hal ini diperlu dilakukan untuk membangun interakti antara mahasiswa dan masyarakat setempat.

"Karena setiap kampung kebutuhannya berbeda. Setelah survei, mereka baru membuat program kerja dan dipresentasikan didepan panitia KKN yang kemudian dipertimbangkan bobot dari program kerja tersebut," terangnya, Sabtu (14/12). 

Halik menyampaikan, selama 12 hari, program kerja yang telah ditentukan harus diaplikasikan mahasiswa kepada masyarakat. Program kerja ini haruslah bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya meningkatkan nilai tambah tanaman sereh di RW 10 Ngagel Dadi, Kelurahan Ngagel Rejo.

Di sini, tanaman sereh diolah menjadi beragam produk olahan. Seperti sate lilit daging dan ayam, wedang sereh, wedang pokak, eskrim sereh, sambel sereh, sirup serai dan pot puri pewangi ruangan.

"Selain mengolah produk, mereka juga berinteraksi dengan masyarakat. Pada anak-anak dengan program belajar mengajar. Bagaimana mahasiswa bisa menanamkan ilmu maupun motivasi bagi anak-anak kampung ini," tuturnya. 

Ke depan, Halik berharap, sebisa mungkin pengabdian yang telah dilakukan bisa diterima di masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat. "Kalau memang ada program yang baik bisa terus dilakukan. Jika ada kekurangan kami bisa diberitahu untuk melengkapi program-program tersebut," ujarnya. 

Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya Noorshanti Sumarah menambahkan, dengan program pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa menjadi  mengerti bagaimana kehidupan bermasyarakat dan berguna bagi masyarakat serta bisa mengaplikasikan ilmunya. Program kerja utama kami adalah branding kampung sereh dan pembuatan profil wilayah, kedepan pemasaran bisa melalui website

"Masyarakat juga bisa merasakan nilai tambah dari kegiatan mahasiswa KKN tersebut. Baik nilai tambah ekonomi maupun nilai tambah pengetahuan," katanya.

Noorshanti berharap, sinergi ini bisa berjalan terus dan semakin membaik hingga meningkatkan kapasitas Kota Surabaya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Chalid Buhari mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang mampu mendorong masyarakat dalam menciptakan produk yang dapat mensejahterakan masyarakat. Pihaknya pun bersedia membantu pemasarannya. 

"Tinggal RW dan masyarakat terus meningkatkan kualitas agar terus lebih baik," ujarnya. Pasalnya, masyarakat harus terus melakukan improvisasi sesuai dengan kebutuhan pasar. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia