Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Surabaya Barat dan Timur Potensi Terjadi Angin Kencang

14 Desember 2019, 13: 42: 32 WIB | editor : Wijayanto

POTENSI ANGIN: Aswan cummulo nimbus yang menggantung di langit Surabaya.

POTENSI ANGIN: Aswan cummulo nimbus yang menggantung di langit Surabaya. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Memasuki musim penghujan saat ini, kejadian angin kencang harus diwaspadai sewaktu-waktu oleh masyarakat kota Surabaya. Karena kondisi angin kencang sulit untuk diprediksi.

Seperti kejadian pada Kamis (12/12) lalu, angin kencang mengakibatkan robohnya tiang listrik hingga menimpa empat rumah warga di Jalan, Nambangan Perak, Kelurahan Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, potensi angin kencang ini sangat mungkin terjadi untuk iklim yang anomali ini.

“Artinya anomali itu hujan harusnya mulai Oktober, November, Desember, sampai dengan Maret. Tapi khusus Jawa Timur, khususnya Surabaya, sampai awal Desember belum hujan," katanya.

Oleh karena itu pihaknya tengah memetakan daerah rawan yang berpotensi terjadi angin kencang, seperti di kawasan Surabaya Timur dan Surabaya Barat. proses terjadinya angin kencang tersebut tidak sesuai dengan teori yang ada. Terkadang, pergerakan angin justru muncul dari atas.

"Yang rawan memang di sisi Surabaya Barat dan Timur. Cuma nampaknya ini anomali juga, karena angin itu kadang-kadang muncul dari atas. Makanya ini kok proses terjadinya angin tidak sesuai dengan teori yang ada,"terangnya.

Dengan potensi angin kencang yang tidak bisa diprediksi tersebut, pihaknya akan menganalisis pergerakan terjadinya angin pada musim hujan tahun ini. Harapannya, BPB Linmas bisa melakukan antisipasi sebelum angin kencang melanda Kota Surabaya.

"Dengan potensi angin yang tidak bisa diprediksi, kami akhirnya belajar lagi terkait pergerakan angin untuk musim hujan tahun ini. Sehingga bisa kita antisipasi,"ungkapnya.

Eddy juga mengatakan saat ini Pemkot Surabaya gencar untuk melakukan penanaman pohon untuk bisa menahan kencangnya laju angin saat musim hujan. "Di Surabaya ini Bu Wali selalu melakukan penanaman pohon hampir di seluruh wilayah. Karena angin itu yang bahaya ketika muncul di tanah lapang. Itu sangat bahaya. Tapi ketika ada pohon, itu sebenarnya bisa mengerem pergerakan angin,"katanya.

Sementara itu kepala Forecaster BMKG Tanjung Perak Surabaya, Ari Widjajanto mengatakan kecepatan angin mencapai 10-15 km/jam saat ini, namun angin tersebut bisa lebih kencang lagi karena adanya pemicu yakni adanya lahan terbuka yang ada di jalan.

Sehingga Angin kencang  akan masif saat musim pancaroba dan terjadinya tidak mengenal waktu. “Jika diatmosfer atasnya bumi tiba-tiba dingin itu disebabkan karena adanya awan. Sehingga akan memuai dan berpotensi adanya angin,”terangnya.

Untuk meminimalisir adanya angin kencang harus adanya vegetasi yang teratur dan juga lahan yang masih terawat. “Karena penyebab adanya angin kencang seperti di Batu seperti waktu yang lalu dikarenakan vegatasinya tidak ada, sehingga sangat rentan terjadinya puting beliung,” imbuhnya.

Ari menambahkan angin kencang di Surabaya tidak hanya terjadi pada siang hari saja,namun malam hari juga bisa menyebabkan terjadinya angin kencang. “Sisa energi matahari pada siang hari menyebabkan terjadinya angin kencang pada malam hari,”imbuhnya.

Selain terjadi di daratan angin kencang juga sangat rentan terjadi di laut oleh karena itu pihaknya terus memantau potensi terjadinya angin kencang diwilayah lautan dan daratan.

Ari mengimbau kepada masyarakat lebih waspada dan menyesuaikan dengan lingkungan. “Karena kemarau agak panjang, otomatis terjadinya suhu cuaca juga tinggi, sehingga angin juga kencang. Masyarakat harus bisa mengantisipasi fenomena alam ini, cepat menghindar apabila ada angin kencang dan berlindung ditempat yang aman,”pungkasnya. (rmt/rud)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia