Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Akan Fokus Rehabilitasi Gedung SD dan SMP

14 Desember 2019, 01: 35: 54 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini tengah fokus untuk merehabilitasi dan membangun fasilitas gedung sekolah SD dan SMP yang ada di Surabaya, baik itu gedung baru maupun kondisi gedung sekolah yang sudah tidak layak.

Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Iman Krestian mengatakan, di tahun 2019 jumlah output lelang gedung sekolah ada 59 sekolah yang terdiri dari 44 gedung sekolah SDN dan 15 gedung sekolah SMP dan jumlah ruang kelas yang terbangun mencapai 581 ruang kelas.

”Jumlah sekolah yang dilakukan renovasi oleh Satgas per 9 Desember 2019 ini ada 261 sekolah yang terdiri dari 207 SDN dan 54 SMP,” katanya.

Iman menjelaskan, anggaran rehabilitasi maupun pembangunan tahun 2019 total mencapai Rp 216 miliar, kemudian jumlah anggaran lelang pendidikannya mencapai Rp 158miliar. “Saat ini untuk pembangunan dan rehabilitasi sudah masuk pada lelang dan sudah ada pekerjaannya. Untuk lelang putaran pertama sudah dilakukan dua mingguan yang lalu,” terangnya.

Untuk proses pengerjaan pembangunan ataupun rehabilitasi gedung sekolah, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya agar sekolah yang mempunyai gedung yang sudah dalam kondisi kurang layak bisa segera untuk melaporkan kepada Dinas Pendidikan kota Surabaya.

”Kondisi yang dibangun ini macam-macam, jadi mereka (pihak sekolah, Red) melaporkan kepada Dinas Pendidikan untuk minta sekolahnya untuk direnovasi, yang nggak layak rata-rata nantinya akan dikosongkan dulu, dan kita benerin, yang penting aman digunakan untuk belajar dan mengajar,” terangnya.

Iman menambahkan, ruang kelas atau gedung sekolah semakin tahun semakin menurun kualitasnya, sehingga satgas bersiap kalau membutuhkan perbaikan. “Kita juga membagi juga pembangunan tersebut untuk sekolah swasta, karena swasta bisa dijangkau juga,” imbuhnya.

Sementara itu, anggaran 2019 berbeda dengan anggaran 2020 untuk pembangunan dan rehabiltasi bangunan gedung sekolah menurun. Untuk total pembangunan pendidikan 2020 Rp 87 miliar, jumlah anggaran lelangnya Rp 80 miliar.

Sedangkan jumlah output lelang gedungnya 24 sekolah yang terdiri dari 12 gedung SD dan 12 gedung SMP. “Terjadinya penuruan anggaran ini karena pada 2020 nanti prioritasnya ke arah jalan, jadi penyelesaian JJLB dan JLLT,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia