Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jelang Nataru, Harga dan Stok Bahan Pokok Aman

14 Desember 2019, 01: 27: 46 WIB | editor : Wijayanto

TERKENDALI: Pedagang menata daging sapi di lapak miliknya yang ada di Pasar Wonokromo, Surabaya.

TERKENDALI: Pedagang menata daging sapi di lapak miliknya yang ada di Pasar Wonokromo, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur mengklaim sejumlah stok dan harga bahan pokok di wilayah setempat cukup stabil, jelang masuknya libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Disperindag akan terus memantau pergeseran harga dan ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur (Jatim).

Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan menuturkan, pemerintah melalui Bulog dan Disperindag akan terus memantau dan mengadakan operasi pasar. Tujuannya untuk menjaga kestabilan bahan pokok. "Berdasarkan surat edaran gubernur, kami mulai mempersiapkan stabilitas harga. Kami juga mulai mengadakan pemantauan yang lebih mendetail terutama di gudang. Kondisinya juga aman," terangnya.

Drajat menambahkan, jikalau terjadi pergerakan hingga di atas 5 persen, maka pihaknya akan melakukan operasi pasar. Sedangkan saat ini operasi pasar bisa dilakukan secara mandiri, namun seluruhnya masih stabil. "Minyak goreng, tepung, telur, daging ayam, daging sapi, cabai dan bawang merah masih stabil," ujarnya.

Menurut Drajat, biasanya akan terjadi peningkatan konsumsi pada komoditas telur ayam ras. Pihaknya memprediksi adanya peningkatan sekitar 2 – 5 persen. "Untuk bikin kue. Sama seperti saat puasa. Tapi masih aman, sehingga tidak ada pending buying," ujarnya.

Selain itu, komoditas yang diprediksi naik pada momen menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2019 adalah tepung. Namun demikian, Disperindag telah mengantisipasi dengan terus berkoordinasi kabupaten/kota untuk memastikan stok aman dan harga stabil.

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjamin stok bahan pokok kebutuhan masyarakat Jatim aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Meski demikian ia mengimbau agar masyarakat tidak ada yang menimbun bahan pokok.

“Stok beras, daging,  ayam, telur dan gula kita sangat aman. Untuk komoditas beras Jatim surplus 2,7 juta ton, sedangkan jagung juga suplus 5,3 juta ton,” ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini juga mengingatkan semua pihak agar tidak ada yang menimbun bahan pokok. Menurutnya, penimbunan bahan pokok yang dilakukan pihak-pihak yang mencari keuntungan biasanya akan mengakibatkan timbulnya gejolak harga.

Lebih lanjut Khofifah juga menjamin stok daya listrik dan BBM aman di Jatim. Menurutnya, untuk menjaga stok daya listrik, terdapat sebanyak 157 tujuan mobil PLN yang akan mobile memberikan layanan kelistirikan. Seperti permasalahan gardu listrik akibat angin puting beliung dan sebagainya. (cin/mus/nur)

(sb/cin/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia