Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Car Free Day di Kembang Jepun dengan Nuansa Sejarah

14 Desember 2019, 01: 13: 22 WIB | editor : Wijayanto

Car Free Day di Kembang Jepun dengan Nuansa Sejarah

SURABAYA - Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Minggu (8/12) pagi, ditutup untuk kegiatan Car Free Day (CFD). Selama tiga jam, mulai pukul 06.00 hingga 09.00, warga Surabaya Utara berolahraga santai sembari menikmati sejumlah atraksi menarik.

Ada teatrikal perjuangan tempo dulu dengan mengangkat kisah Mulyono dan Sarirejo. Ada juga senam bersama, live music, dan sejumlah stan usaha kecil dan menengah (UKM). Meski belum semeriah CFD di Taman Bungkul dan Jalan Tunjungan, suguhan teatrikal perjuangan mampu menarik masyarakat untuk menikmati CFD hingga pukul 09.00.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, CFD Kembang Jepun memang dikemas dengan nuansa historis mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan kota lama. Tujuannya untuk mengembangkan wisata kota lama di Surabaya.

(SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Antiek menambahkan, CFD Kembang Jepun menjadi langkah awal untuk mendongkrak kawasan wisata kota lama. “Kami masih mencari dan menentukan langkah-langkah berikutnya agar event-event di kota lama bisa hidup. Ini masih langkah awal, percobaan. Tahun 2020 kami akan rutinkan CFD di Kembang Jepun dengan acara penunjang,”  katanya.

Menurut Antiek, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan OPD lainnya agar kawasan Kembang Jepun bisa diminati masyarakat saat CFD. Pihaknya juga membutuhkan peran serta masyarakat untuk berjualan dan mengisi acara CFD di Kembang Jepun. "Nanti bisa ditambah lagi acara seni dan budayanya sehingga bisa menarik masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Peningkatan Kualitas dan Penyuluhan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dyan Prasetyaningtysah mengatakan, tujuan CFD di Surabaya adalah mengurangi polusi dari emisi kendaraan bermotor. Ada delapan titik CFD di Surabaya, yakni di Raya Darmo, Tunjungan, Jimerto, Kembang Jepun, Kertajaya, MERR, Jemursari, dan Kupang Indah.

"Entry point CFD itu ke arah lingkungan hidup. CFD di Kembang Jepun sudah kita adakan beberapa kali dan ada efeknya terhadap kualitas udara,” katanya.

Ke depan, pihaknya akan mengembangkan CFD di Kembang Jepun agar bisa meriah seperti di Taman Bungkul atau Tunjungan. Nantinya ada evaluasi dan sosialisasi untuk mengajak masyarakat di kawasan Kembang Jepun dan sekitarnya untuk mengisi hari Minggu pagi dengan berolahraga dan menikmati atraksi-atraksi di arena CFD.

Salah satu warga, Ali Fathoni, mengaku baru pertama kali datang di CFD Kembang Jepun kemarin. Biasanya dia datang di CFD Taman Bungkul. Ali berharap tahun depan CFD Kembang Jepun bisa semarak dan meriah karena lokasinya di tengah bangunan-bangunan cagar budaya (heritage).

"Drama kolosal perjuangan itu sangat menarik. Jarang-jarang di CFD ada suguhan begitu," katanya. (rmt/rek) 

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia