Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru, Dishub Tambah Armada 5-10 Persen

14 Desember 2019, 00: 10: 03 WIB | editor : Wijayanto

BAKAL NAIK: Kesibukan di Bandara Internasional Juanda.

BAKAL NAIK: Kesibukan di Bandara Internasional Juanda. (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Perhubungan Jawa Timur menyiapkan penambahan armada seperti bus dan kereta api. Bahkan pihaknya juga akan menambah extraflight untuk penumpang yang menggunakan moda pesawat terbang.

“Berdasarkan instruksi dari Kementerian Perhubungan kita mempersiapkan 5 – 10 persen dari target penambahan jumlah penumpang. Ini untuk bus dan kereta, kalau kapal lonjakannya tidak terlalu signifikan tidak sama seperti lebaran. Untuk pesawat kita juga menambah extraflight,” ujar Kadishub Jatim, Fattah Jasin, Jumat (13/12).

Fattah memprediksi akan ada lonjakan penumpang sekitar 3-4 juta orang selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurutnya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan sejumlah penyedia transportasi.  "Jumlah itu tersebar di seluruh moda transportasi baik bus, kereta api, kapal laut, serta di enam bandara yang ada di Jawa Timur," tambahnya. 

Dari empat moda transportasi, lanjut Fattah, bus dan kereta api diprediksi menjadi favorit masyarakat. Sementara kapal laut dan pesawat tidak begitu dipadati seperti dua lainnya. 

Bahkan pesawat ada kecenderungan okupansi penumpang turun. Namun begitu pihaknya memastikan tetap bakal ada antisipasi lonjakan penumpang yang dilakukan dari maskapai di libur Natal dan tahun baru. "Ekstra flight disiapkan tetap," tegasnya.  Sementara terkait pembatasan larangan angkutan barang melintas saat libur Natal dan tahun baru, kata Fattah, belum keluar Peraturan Menteri Perhubungan (Pemenhub) terkait itu. 

Lebih lanjut Fattah mengatakan mengatakan untuk antisipasi kemacetan sesuai Permenhub pembatasan angkutan barang kendaraan melintas sepanjang liburan Nataru. “Pembatasan angkutan barang direncanakan mulai 20-21 Desember 2019 dan tanggal 30-31 Desember 2019. Mulai pukul 24.00 hingga 00.00 WIB,” katanya.

Fattah Jasin menambahkan pembatasan ini berlaku bagi truk dengan muatan material, termasuk besi, dan bahan bangunan lain. Sementara untuk angkutan BBM, sembako, bahan ekspor impor, ternak, sembako, dan pupuk tidak dibatasi.

“Yang juga perlu diantisipasi kerawanan kemacetan adalah Malang - Batu sekitarmya, Bromo dan sekitarnya. kemudian Madiun - Sarangan dan sekitarnya. Petugas akan dikerahkan untuk mengurai kemungkinan terjadinya kemacetan parah di titik tersebut,” pungkasnya. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia