Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Kabur Gondol Uang Pinjaman Saudara

14 Desember 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Untung wacana pasangan cerai harus sumbang ratusan pohon hanya diberlakukan di Bandung. Coba kalau di sini juga. Yang ada tambah terbebani calon jandanya. Kan banyak yang cerai gara-gara lakinya kabur. Atau enggak, nyuruh si perempuan menggugat biar si laki tetep untung. Tak keluar banyak uang. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Lagi-lagi, dalam perceraian, perempuan jadi pihak yang dirugikan. Contohnya Karin, 33, ini. Sudah disisakan sakit hati, masih ditambah rasa malu lagi. Gara-gara mantan suaminya tak tahu malu. Kabur sambil gondol uang pinjaman saudara lagi. 

Karin mengatakan, hubungannya dengan Donwori memang sudah lama ada tanda-tanda tidak sehat. Penyebabnya multifaktor. Selain Donwori yang kurang tanggung jawab menafkahi, komunikasi keduanyanya juga tak terjalin baik.

"Kayaknya sebulan terakhir malah blas gak komunikasi. Satu rumah gak sopo-sopoan gitu. Gak ngerti apa masalah awale," cerita Karin suatu ketika di kantor pengacara yang berada di  samping Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Lalu, tanpa ada kata, Donwori meninggalkan Karin (sumpah, demi menulis ini, penulis teringat lagunya D'Bagindas yang Tak Seindah Malam Kemarin).

Pokoknya, setelah itu, Donwori kabur saja. Lalu dengan pesan chat, ia memutuskan jalinan perkawinan belasan tahun lamanya. Jadi, sempurna. Semua berakhir lewat sentilan jempol.Talaknya online, sidang cerainya juga online. Hidup dunia digital. 

Meskipun sakit hati, Karin terpaksa merelakan hubungannya kandas. Mau bagaimana lagi? Memohon Donwori kembali juga malah merendahkan harga diri. Jadi jalan satu-satunya yang bisa Karin tempuh ya ikhlas saja dengan jalan hidup.

Eh, lha dalah, masih juga Karin belajar ikhlas. Ia didatangi seorang sepupu sendiri. Yang menagih sejumlah uang yang sudah dipinjam Donwori. Jumlahnya sih tak seberapa. Tak sampai harus jual motor untuk membayarnya.

Namun tetap saja woiiiiii, itu kan nggapleki tetep. Sudah ninggal luka, ninggal utangan segala. "Mau gak mau kan saya yang harus ngelunasi. Gak enak sama saudara. Meskipun mereka ya gak marah atau apa. Tapi saya kudu sadar diri," lanjutnya. 

Kata Karin, meski hubungannya dengan suami tak begitu harmonis, ia heran kenapa suaminya bisa seakrab itu dengan saudara-saudaranya. Sampai bisa ngutang segala. Buat apanya juga Karin tak tahu jluntrungnya. Wong tak dikabari juga dulunya. 

Jangan salahkan yang nagih utang juga. Itu memang haknya. Lagian, mungkin saudara Karin juga waswas akan kepergian Donwori. Takut tak ada yang bayar. Ya untung saja keluarganya Karin juga masih baik. Masih mau dibayar dengan dicicil. Dan beginilah akhir cerita Karin. Sudah jatuh tertimpa tangga. Tekor berurusan dengan pria tak tahu diri. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia