Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Tambah investasi Rp 100 Miliar, Bukit Darmo Kebut Hotel Melia

13 Desember 2019, 22: 49: 38 WIB | editor : Wijayanto

LIRIK MICE: Reza Herman Surjaningrat (kanan) bersama Brasada Chandra (kiri) dan Tarub usai RUPSLB. Perseroan akan kebut penyelesaian hotel bintang lima Melia. Diharapkan Agustus 2020, sudah mulai beroperasi.

LIRIK MICE: Reza Herman Surjaningrat (kanan) bersama Brasada Chandra (kiri) dan Tarub usai RUPSLB. Perseroan akan kebut penyelesaian hotel bintang lima Melia. Diharapkan Agustus 2020, sudah mulai beroperasi. (M AFIQ FIRDAUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya – Untuk mengantisipasi perkembangan kota Surabaya dan kebutuhan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) yang terus meningkat, manajemen PT Bukit Darmo Propety Tbk optimistis bisa menyelesaikan Hotel Melia pada Juli 2020. Untuk mengebut pembangunan, perseroan menambah dana investasi sebesar Rp 100 miliar.

Reza Herman Surjaningrat, direktur utama PT Bukit Darmo Property Tbk mengatakan, sebagai kota industri dan hub wilayah Indonesia Timur, kebutuhan MICE di Surabaya akan terus meningkat. Hal ini karena banyak kegiatan corporate yang dilakukan di Surabaya.

“Perbaikan infrastruktur jalan juga ikut mendongkrak peningkatan MICE di Surabaya. Sebab banyak perusahaan dari luar yang melakukan kegiatan di sini,” kata Reza Herman usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di kantor perseroan, Jumat (13/12).

Untuk itu, emiten asal Surabaya ini akan menyelesaikan pembangunan hotel bintang lima Melia. Pihaknya harus merogoh tambahan dana investasi sebesar Rp 100 miliar. Dana tersebut digunakan untuk melakukan banyak perubahan desain dan fasilitasnya.

Dikatakan, hotel Melia dibangun sebanyak 237 kamar. Ada lima tipe kamar yang sekarang tengah dalam tahap finishing yakni deluxe, grand deluxe, suite, grand suite dam presiden suite. Dia yakin semua akan selesai tepat waktu pada Juli 2020 nanti.

“Sekarang tahapannya sudah 40 persen. Kami yakin semua akan selesai tepat waktu sehingga pada Agustus 2020 sudah bisa opening,” tambah Reza Herman.

Brasada Chandra, direktur perseroan menambahkan, pihaknya juga akan membangun ballroom seluas 5.000 meter persegi. Hal ini untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan MICE di Surabaya seperti meeting, seminar dan launching. Selain itu juga untuk acara eksebisi, wedding, maupun lainnya.

Ballroom juga dimaksudkan untuk memperkuat pendapatan perseroan dari sewa atau recurring income. Sebab, hingga saat ini pendapatan terbesar perseroan sebanyak 80 persen dari recurring income seperti dari mall Lenmarc, 9blv dan apartemen.  

“Semua akan terkoneksi dengan hotel Melia dan mall Lenmarc. Karena itu kemungkinan besar kami nanti akan melakukan right issue,” tandas Brasada Chandra. (fix/jay)    

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia