Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Jelang Perayaan Nataru, Polres Razia Miras Campuran

13 Desember 2019, 15: 54: 49 WIB | editor : Wijayanto

RAZIA: Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menggandeng MUI dan ormas saat merazia beberapa titik warung remang-remang di Kecamatan Manyar.

RAZIA: Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menggandeng MUI dan ormas saat merazia beberapa titik warung remang-remang di Kecamatan Manyar. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Guna menjaga keamanaan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo melakukan razia minuman keras (Miras) di sejumlah warung kopi (Warkop). Dalam razai tersebut, AKBP Kusworo Wibowo melibatkan anggota TNI, Satpol PP, ormas keagamaan, dan Ketua MUI Gresik di beberapa warkop Jalan Raya Roomo Manyar Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menuturkan, tujuan razia tersebut supaya dengan Gresik terbebas dari miras ilegal jelang Nataru. “Dalam razia, kami menemukan beberapa miras ilegal campuran, seperti minuman energi dicampur arak,” jelasnya. Campuran itu dijual dengan harga kisaran Rp 60 ribu per botol, sedangkan Rp 20 ribu per gelas.

Dikatakan, peredaran miras campuran di Gresik cukup tinggi. Pasalnya, penjual merasa untung karena peminatnya banyak. Padahal, hukuman untuk penjual miras campuran itu berat karena dijerat pasal 204 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara serta dilapisi UU pangan dan kesehatan.

Sementara itu, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengapresiasi razia yang dilakukan aparat penegak hukum. "Gresik sudah dikenal sebagai ikon kota santri. Adanya miras merupakan awal tindak kejahatan," paparnya.

Salah satu pemilik warkop yang menjual miras ilegal,Teguh,59 mengakui dirinya menjual miras sedikit dibandingkan pedagang lainnya. "Kami hanya menjual per botol saja itupun tidak banyak," pungkasnya.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia