Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Yang Lama Masih Relevan, Fraksi Nasdem Tolak Bahas Ranperda RTRW

13 Desember 2019, 15: 50: 57 WIB | editor : Wijayanto

MENOLAK: Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik Musa saat membacakan Pemandangan Umum Ranperda usulan Pemkab Gresik.

MENOLAK: Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik Musa saat membacakan Pemandangan Umum Ranperda usulan Pemkab Gresik. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pembahasan Ranperda tahap II 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengusulkan 8 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Dari 8 ranperda tersebut, Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah  (RTRW) Gresik 2019-2039 menjadi sorotan kalangan dewan. Bahkan, Fraksi Nasdem menolak untuk membahas.

Hal ini seperti yang disampaikan Ketua F-Nasdem Gresik Musa. Menurut dia, Perda 8/2011 tentang RTRW 2010-2030 masih sangat relevan. Sehingga, tidak perlu dilakukan perubahan terlebih dahulu. “Saya kira masih tidak perlu. Karena masih relevan. Hanya saja pemerintah tidak konsisten dalam menjalankannya,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Musa, perubahan RTRW tersebut hanya untuk kepentingan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE. Tidak ada kepentingan lain yang sangat mendesak. “Apalagi untuk kepentingan itu. Kami tidak sepakat,” tegasnya.

Dengan kondisi ini, Fraksi Nasdem menolak dengan tegas pembahasan ranperda tersebut. Pihaknya meminta agar ranperda tersebut ditunda dan dibahas di tahun-tahun berikutnya saja. “Kami menolak. Kami minta tidak dimasukkan dalam agenda pembahasan,” imbuhnya.

Sebagai catatan, pada pembahasan ranperda tahap II 2019 jumlah ranperda yang dibahas cukup banyak. Yakni, ada sekitar 10 ranperda. Dengan rincian, ranperda usulan dewan ada 2 buah dan ranperda usulan pemkab 8 buah. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia