Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Mantan Kasek Cabuli Enam Siswa SMP Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

12 Desember 2019, 00: 15: 12 WIB | editor : Abdul Rozack

MENYESAL: Terdakwa Ali Shodiqin tertunduk malu dalam persidangan perdana di ruang Tirta I PN Surabaya, Rabu (11/12).

MENYESAL: Terdakwa Ali Shodiqin tertunduk malu dalam persidangan perdana di ruang Tirta I PN Surabaya, Rabu (11/12). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Pelaku pencabulan Ali Shodiqin, 40, terhadap enam siswa SMP swasta di Ketintang, Surabaya menjalani sidang perdana. Persidangan terdakwa yang tinggal di Desa Trosobo, Sidoarjo, tersebut dipimpin langsung oleh hakim ketua R Anton Widyopriyono.

Saat persidangan juga dihadiri oleh Wulan Sari, 42, ibunda dari A, 14, salah satu korban. Ibu korban mengaku, melaporkan kejadian ini lantaran anaknya dilecehkan dan sempat mengalami trauma di sekolah. 

Wulan memaparkan, pada awal masuk sekolah merasa baik-baik saja. Seiring berjalannya waktu, mulai ada laporan dari pihak sekolah kalau anaknya serta lima siswa lain dicap sebagai anak nakal. 

“Akhirnya kami datang ke sekolah dan mencoba membimbing anak kami sebaik mungkin. Biar tidak nakal,” kata Wulan di PN Surabaya, Rabu (11/12).

Lambat laun, dikemudian hari ada salah satu anak yang menjadi korban. Ia menceritakan, kejadian itu bermula saat hp dari salah satu kelompok anaknya disita oleh kepala sekolah. Lalu, korban melapor pada ibunya karena mendapat hukuman tak senonoh dari kepala sekolah tersebut.  

“Bahwa korban mengaku kalau kemaluannya disentuh, dijawil, diremas sampai beberapa kali. Ibunya bilang sama saya, saya kumpulkan, meminta mereka mangaku. Karena selama ini siswa merasa tertekan dan malu,” tuturnya. 

Sementara itu, dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim Novan Arianto  mengajukan tiga dakwaan terhadap terdakwa yang bersifat kumulatif. Diantaranya, pasal 80 jo Pasal 76 C UU dan pasal 82 jo pasal 76 E tentang perlindungan terhadap anak. Selain itu juga melanggar pasal 28 ayat (1) jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Kalau ancaman hukumannya paling tinggi sampai 15 tahun penjara,” tegas Novan.

Sedangkan pada persidangan Minggu depan, terdakwa dijadwalkan akan mengajukan eksepsi. (gin/rud)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia