Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Ditutup Pekan Ini, Peminat Pemutihan Pajak KB Meningkat

11 Desember 2019, 17: 35: 48 WIB | editor : Wijayanto

RAMAI: Antrean para pembayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Manyar.

RAMAI: Antrean para pembayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Manyar. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Program pemutihan yang diberikan Pemprov Jatim akan ditutup pada Sabtu (14/12) mendatang. Masyarakat diimbau memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur Boedi Prijo Suprajitno mengatakan, antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam memanfaatkan program pemutihan pajak itu. Penerimaan pajak pun meningkat dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, pihaknya tetap mengoptimalkan layanan untuk memudahkan para wajib pajak yang akan membayar PKB atau mengurus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kedua.

Optimalisasi layanan pembayaran pajak akan digalakkan unit pelaksana teknis (UPT) dan kantor bersama Samsat se-Jatim. "Kami selalu mengecek untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan baik," katanya.

Boedi berharap masyarakat tidak menunda lagi untuk membayar pajak karena akhir pekan nanti program ini ditutup. Biasanya akan ada antrean panjang saat menjelang penutupan. "Sebab, masyarakat memang lebih banyak memanfaatkan program ini menjelang program berakhir," tuturnya.

Boedi mengungkapkan, hingga kemarin total penerimaan mencapai Rp 506,3 miliar dari 1.151.609 Surat Ketetapan Pajak (SKP) wajib pajak. Penerimaan tersebut cukup menggembirakan karena perbandingannya jauh dari potensi lost yang mencapai Rp 102,9 miliar.

Adapun potensi yang diterima dari pembebasan BBNKB kedua sebesar Rp 147,4 miliar dengan potensi lost Rp 94,1 miliar dan total SKP 194.649 wajib pajak. Pembebasan sanksi administrasi PKB kepada 84.726 wajib pajak mampu mendapatkan penerimaan sebesar Rp 28,7 miliar dengan potensi lost Rp 8,8 miliar.

Tingginya penerimaan pajak tersebut sekaligus menjadi tolak ukur kesadaran wajib pajak semakin meningkat. Selain itu, yang tidak kalah penting, banyak masyarakat terbantu untuk melunasi kewajibannya melalui pemutihan. "Kendaraan-kendaraan yang selama ini tertidur akhirnya terbangunkan," katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia