Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Temukan 1,5 Juta Butir Pil Dextro Siap Dikirim ke Banyuwangi

11 Desember 2019, 17: 10: 23 WIB | editor : Wijayanto

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Pengembangan kasus penggagalan pengiriamn sekitar dua juta butir pil LL terus dilakukan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Setelah meringkus bandar gede di gudang penyimpanan pil LL di wilayah Mojokerto, polisi berhasil mengungkap pengiriman lainnya.

Kali ini bukan pil LL, melainkan pil dextromethorpan atau dextro. Sebanyak 1,5 juta butir pil tersebut ditemukan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian mengatakan, pengungkapan tersebut setelah pihaknya menginterogasi para tersangka yang sudah ditangkap.

Ada pengiriman pil berbahaya tersebut di sebuah ekspedisi. Polisi langsung menuju ke gudang penyimpanan narkoba.
"Kami temukan jutaan pil dextro tersebut di gudang ekspedisi. Lokasinya berbeda dengan penemuan pil LL. Mungkin sengaja dipisah," terangnya.

Memo mengungkapkan, pil tersebut hendak dikirim ke wilayah Banyuwangi. Ke mana dan pada siapa pil tersebut dikirim masih diselidiki polisi. Namun, diduga dari jaringan yang sama. "Kami masih mengembangkan kasus ini," katanya.

Sebagai obat keras, peredaran pil dextro memang dibatasi secara ketat. Hal ini sudah diatur dalam undang-undang kesehatan. Jika mengonsumsi dextro dalam dosis berlebihan, maka penggunanya akan mengalami halusinasi.

Seperti diberitakan, sekitar dua juta butir pil LL yang dikemas dalam kardus paketan digagalkan pengirimannya. Jutaan pil tersebut diamankan dari sebuah ekspedisi di Jalan Semut, Surabaya. Pil tersebut rencananya hendak diedarkan di Jawa Timur. Tiga tersangka dicokok. Salah satunya pengawas ekspedisi. Polisi juga menangkap Agus, bandar gede. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia