Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

PT GJT Rugi Rp 8 Miliar dan Terancam Bangkrut

11 Desember 2019, 14: 51: 58 WIB | editor : Wijayanto

MENGELUH : Dirut PT GJT Rudi (baju batik) dan Direktur Keuangan dan Umum PT GJT Edy Hidayat saat menyampaikan keluhan terkait penutupan operasional batu bara.

MENGELUH : Dirut PT GJT Rudi (baju batik) dan Direktur Keuangan dan Umum PT GJT Edy Hidayat saat menyampaikan keluhan terkait penutupan operasional batu bara. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – PT Gresik Jasa Tama (GJT) terancam bangkrut setelah operasional batubara ditutup warga. Sebulan pasca penutupan, perusahaan mengaku rugi Rp 8 miliar.

Direktur Utama (Dirut) PT GJT Rudy Djaja Siaputra mengatakan penutupan operasional batubara tepat satu bulan sejak aksi hadang truk warga pada 8 November lalu. "Sebulan ini kami rugi Rp 8 miliar. Kalau berbulan-bulan ya tinggal mengalikan saja," keluhnya.

Selain merugi, PT GJT terpaksa merumahkan 120 pekerja. Dengan rincian, 27 tenaga harian lepas (THL) dan 93 orang karyawan tetap. "Kalau penutupan berlanjut terpaksa merumahkan 120 karyawan lainnya," ungkap dia.

Kerugian bukan hanya dialami GJT, sejumlah perusahaan merugi karena batu bara terhenti. Jika dilakukan bongkar muat melalui Lamongan atau Probolinggo cost-nya terlalu tinggi. "Para pemilik tambang batubara dan pengusaha truk juga akan dirugikan dengan penutupan operasional ini," terangnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Operasional PT GJT Edy Hidayat berharap segera ada solusi terkait permasalahan ini. "Batubara merupakan kegiatan utama kami. Sedangkan bongkar muat log dan lainnya hanya kecil," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan menemui DPRD Gresik terkait permasalahan ini. Pihaknya berharap dewan bisa memberikan solusi terbaik. "Kami sudah mengikuti semua aturan yang ada. Mulai memasang jaring, menghentikan operasional saat angin menuju ke pemukiman," terangnya.

Selain itu, pihak perusahaan juga telah menjalankan apa saja yang menjadi amanat warga maupun dewan sebelumnya. Mulai membagikan CSR hingga membentuk forum warga. "Kami juga sudah meminta kepada pusat untuk melakukan relokasi, namun dari Dirjen Perhubungan menolak hal tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, DPRD Gresik resmi menghentikan operasional batubara PT GJT. Ini sesuai dengan permintaan warga yang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Gresik. Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan terkait permintaan warga agar bongkar muat batu bara dihentikan, pihaknya bakal memperjuangkan.

“Kami akan memperjuangkan usulan warga. Asalkan ini final. Mereka minta batu bara dihentikan akan kami perjuangkan,” imbuh dia. (rof/han)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia