Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Malunya Punya Suami Titisan Vicky Prasetyo

11 Desember 2019, 03: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Rasanya pengen nyebut setiap kali melihat pemberitaan tentang Vicky Prasetyo secara tak sengaja di televisi. Kok bisa gitu lho. Gak tua, gak muda, nyantol sama bujuk rayunya. Yang cantik, yang sempat jadi caleg gagal, hingga yang bisa goyang ngebor, Inul Daratista juga dimodusi. Cek pedene, gitu lho. Modal apa sih? Wajah? Karir?

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Namun rupanya, spesies pria seperti ini tidak hanya Vicky Prasetyo saja. Di dunia yang fana ini, banyak sekali jumlahnya. Salah satunya tercecer di ibu kota Jawa Timur. Ya, di Surabaya, juga ada.  Namanya Donwori, 39.

Bedanya, kalau Donwori, mukanya boleh lah. Setidaknya itu yang dikatakan istrinya. “Mergo eroh rupane bagus iku mangkane kementus. Kabeh wedokan digudoi,” ujar Karin, 35,  dengan kesal di suatu sore di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Karin akui, Donwori memang punya tampang lumayan. Wajah hitam manis, rambut terkondisikan meski kribo, hidung lumayan mancung, badan juga tidak tertimbun lemak. Pas gambas. Proporsi wajah dan tubuhnya membuat Donwori terlihat 10 tahun lebih muda dari usianya. Dan ini, jadi masalahnya. Bermodalkan tampan, Donwori pede memodusi perempuan segala usia.

Gara-gara kelakuan suaminya, selama ini, Karin harus menanggung beban moril. Ia harus menahan malu atas gunjingan tetangga. Karena Donwori ini sudah santer dengan julukan playboy kampung. Meski sudah tua, gaulnya bareng anak-anak muda di warkop. Nanti kalau ada mbak-mbak kos yang lewat dan bening sedikit, mulutnya sudah berisik. Bersiul dan menggoda.

Jika ditelusuri handphonenya, Donwori juga suka ngechati perempuan di kampung. Pokoknya diratani. Mau yang  belum menikah, yang janda, ibu-ibu muda, atau emak-emak tua lho juga kena rayuannya. Indikator kriteria perempuan seperti apa yang diincar Donwori, juga sudah kabur. Gak jelas, semua kena.

“Yo lek sebatas ngechat sek tak maklumi Mbak. Lek ngomong alasane, ya mung gawe guyonan. Seneng-seneng tok. Masio aslie yo isin. Tapi, kate isin metu omah, kok tambah gak iso mangan. Yo ngempet-ngempet,” tukan Karin. Masih dengan nada kesal.

Namun yang mendorong Karin untuk bercerai adalah karena ia hilang kesabaran setelah tiga kali memafkan perselingkuhan Donwori, namun kemudian diulang dan diulang lagi. Katanya saja kapok. Uwes cukup, tapi kapoknya kapok lombok.

Yang terakhir ini, bahkan Karin sempat memergoki sendiri Donwori sedang mesra-mesraan di Pantai Kenjeran bersama dengan perempuan di bawah umur. Sepertinya anak SMA yang berhasil kena kibul oleh mulut manis penuh sianidanya Donwori.

Kejadiannya beberapa bulan belakang. Karin yang memang selalu waswas dengan polah tingkah Donwori, sering cari celah untuk mengecek telepon genggam suaminya. Gak lidok, saat Donwori lengah, ia bisa menelusuri chat suaminya. Dan di situ, ia tahu bahwa suaminya sedang merencanakan kencan dengan dedek gemes itu. “Wes cukup sakmene wae. Wes gak kuat maneh aku ngrasakne diapusi terus,” pungkas Karin. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia