Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

WOW, Suami Ini Rela Modali Istri Kencani Selingkuhan Asal Tak Dicerai

11 Desember 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Predikat bucin hakiki layak dilayangkan kepada Donwori, 30. Yang rela melakukan apa pun agar tidak dicerai. Termasuk memodali kencan istri dengan selingkuhannya. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Satu hal yang tak Donwori tahu, bahwa cinta tak bisa dipaksakan. Seerat apa pun ia menggenggam tangan seseorang agar tak lepas, seberat apa pun usahanya untuk bertahan, akan sia-sia jika yang kamu harapkan sudah siap ancang-ancang, mau terbang, melayang cari yang lain.

"Anane aku selingkuh ki cekne areke ngamuk. Cek aku dicerai. Lha iki kok malah ngene kedadiane," ujar Karin, 26, suatu siang ketika di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Karin blak-blakan mengatakan bahwa ia sudah tak sayang dengan suaminya. Itulah mengapa beberapa saat sebelum memutuskan untuk bercerai, ia sudah ancang-ancang. Ia bahkan mencari teman kencan dan juga sudah dapat. 

Seperti lumrahnya PDKT, Karin awalnya masih chatting-an, lalu berlanjut teleponan. Katanya, ia bahkan sengaja tak menutupi. Ia lakukan saja di depan Donwori. Kalau Donwori tak senang, malah ia senang. Pikirnya, ada masalah untuk memantik emosi Donwori.

Syukur-syukur Donwori murka dan mengajak bercerai. Sayangnya, Donwori masih tetap dalam mode tenang. Ia hanya menatap Karin dengan tatapan sedih ketika tahu Karin teleponan dengan pria lain. Tak ada protes maupun marah.

Percobaan pertama tak berhasil, Karin pun mulai lebih berani. Kali ini, ia mencoba serangan yang lebih memberi efek. Ia pergi kencan. Bahkan, rencana kencan itu ia sampaikan ke Donwori.

Namun, bukannya marah dan memukul istri layaknya suami normal lain. Donwori malah menawarkan uang saku. "Aku malah disangoni 500 ewu, Mbak. Gak opo-opo jare. Pokok mbalek mulih lek sore. Iki yaopo seh bojoku iki," katanya masih saja tak percaya. 

Dengan sedikit merasa gak enak, uang saku itu terpaksa Karin terima. Ia habiskan sesuai instruksi Donwori. Dan pulang di sore harinya. Sesampainya di rumah pun Donwori tak marah. Dengan senyum semringah sembari memangku sang anak, Donwori menantikan Karin di ruang tamu. Karin makin dibuat tak enak. 

Bahkan, bucinnya Donwori ini sudah terlalu parah. Hampir sebulan Karin tidak memasak, mogok bersih-bersih kamar, mogok cuci baju. Mogok mengurus anak. Semata agar Donwori marah dan mentalaknya. Namun kata-kata keramat yang ia tunggu tak pernah keluar dari mulut suaminya. 

Namun Karin mengaku tak mau menyerah dalam main game ini, pikirnya. Donwori ngeyel, ia juga ngeyel. Karena tak tahu lagi mau berbuat apa, mengutarakan keinginan cerai ke Donwori sama saja seperti berbicara dengan tembok. Tak pernah didengar.

Karin pun akhirnya cari cara paling pamungkas. Pulang ke rumah orang tua. "Ya digoleki nak omah. Tapi aku wes pesen ibukku lek areke nggoleki gak usah ditemui. Aku wes gak cinta," pungkasnya, menuturkan akhir hubungannya dengan Mas Wori. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia