Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Peserta Pilkades Tambah Dua, Desa Kwangsan dan Pepe

10 Desember 2019, 23: 44: 07 WIB | editor : Wijayanto

Kabid Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sidoarjo Suprayitno.

Kabid Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sidoarjo Suprayitno. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Jumlah peserta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Sidoarjo kini bertambah dua desa. Kedua desa tersebut adalah Desa Kwangsan dan Desa Pepe Kecamatan Sedati. Keduanya bakal bergabung bersama 173 desa lainnya yang juga telah siap menggelar pesta demokrasi itu pada 19 April mendatang. 

Kabid Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sidoarjo Suprayitno mengatakan, bertambahnya dua desa tersebut membuat total peserta pilkades menjadi 175 desa. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak dari dua kali penyelenggaraan  Pilkades serentak sebelumnya. 

"Tahun 2016 jumlahnya 77 desa, tahun 2018 jumlahnya hanya 70 desa," katanya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (10/12).

Di Desa Pepe, kepala desanya beberapa waktu yang lalu meninggal dunia. Sehingga pemerintahan desanya dipimpin oleh pejabat sementara. Sedangkan di Desa Kwangsan kepala desanya tersangkut kasus hukum. Sehingga pihaknya baru memasukkan desa tersebut setelah ada inkrah dalam putusannya.

Kendati demikian, saat ini seluruh panitia Pilkades, baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat desa sudah terbentuk. Menurut Suprayitno, pihaknya bakal melakukan sosialisasi terkait penyusunan tata tertib, usulan anggaran dan besaran anggaran. Namun demikian, anggarannya sendiri juga telah tersedia. 

"Tinggal nanti menunggu petunjuk penggunaan anggaran, itu ada aturannya semua," ujarnya.

Di sisi lain, menyangkut masalah revisi perda yang mengatur batas usia bakal calon kepala desa itu, pihaknya masih menunggu revisi perda tersebut diparipurnakan. Sehingga nantinya dapar diketahui oleh bakal calon kepala desa. Sebab mereka menunggu kepastian terkait batas usia pencalonan. 

Suprayitno memastikan, jika tak akan ada lagi kepala desa yang berakhir masa jabatannya menjelang pelaksanaan pilkades digelar. Menurutnya, sebagian besar kepala desa yang bakal berakhir masa jabatannya itu maksimal akan berakhir pada Februari tahun depan. 

"Jadi dipastikan nanti tidak ada kepala desa yang habis masa jabatan pada April menjelang pilkades digelar," katanya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia