Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Jualan Bangkrut gara-gara Suami Culas

10 Desember 2019, 16: 04: 56 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karin memutuskan untuk mendepak Donwori dari kehidupannya. Karena baginya, Donwori sama sekali tidak membawa hoki. Boro-boro hoki, di tangan suaminya, usahanya bangkrut. Ditinggal oleh pelanggannya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

"Lek ngene ceritane judule niat ngewangi malah ngrusuhi," keluh Karin di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama(PA) Klas 1A Surabaya, kemarin (9/12).

Karin baru dua tahun menikahi Donwori. Keduanya berstatus sama, sama-sama janda dan duda. Hanya saja usia keduanya terpaut cukup jauh. Karin masih berada di pertengahan 40-an, sementara usia Donwori terpaut 20 tahun di atasnya.

Usia yang lebih tua, Karin pikir berbanding lurus dengan pikirannya yang bijak. Itulah mengapa Karin percayakan dagangannya ke Donwori. Ia hanya mantau saja, itung-itung rehat sejenak dari kerja tanpa henti selama menjanda.

Namun rupanya, Donwori tak becus bekerja. Eh salah, bukan tak becus. Tapi rupanya dia culas orangnya. Sehingga pelanggan setia Karin yang sudah langganan tahunan pun mundur alon-alon, satu per satu.

Kata Karin, yang sudah menyelidiki sendiri kinerja suami setelah dapat laporan dari tetangga, kelicikan Donwori ini sudah kebangetan. Jika pembelinya tak sadar, ia bisa menaikkan harga dagangan dua kali lipat dari harga normal.

Atau jika tidak begitu, Donwori sering mengurangi timbangan.  Parahnya dilakukan berulang-ulang tak pandang siapa pembelinya.

Kadang Donwori juga malas. Jika biasanya Karin buka sampai malam, Donwori bisa main buka tutup toko seenaknya. Terutama kalau ia ingin mblakrak malam-malam.

“Awale aku gak ngerti, kan dodolane ndek pasar. Aku wes nak omah tok. Aku nilikki pisan-pisan tok,” ujar Karin yang sebelumnya tak tahu kinerja suaminya.

Ia baru menaruh curiga setelah setoran yang diberikan suaminya tak sebanyak dari hasil yang ia dapatkan. Padahal tempat sama. Itung-itungan juga sudah Karin ajarkan bagaimana.

Ia baru tahu kalau ditinggali pelanggannya setelah ada laporan dari seorang pelanggan tetap yang memilih hengkang. “Jare aku kon ngandani Donwori. Ojok licik-licik lek dodolan, lah aku kaget licik yaopo," ujarnya dengan mimik yang dibuat seakan keheranan.

Lantaran penasaran, Karin kembali lagi berjaga di tokonya. Benar, dalam sehari, ia mendapatkan pelanggan tak sebanyak dulu. Ia pun mulai tanya ke Donwori, apa yang sudah dia lakukan dengan dagangannya. Jawabannya mengejutkan.

Katanya, kelicikan yang dilakukan Donwoi semata karena ia ingin membantu Karin agar lebih untung. Katanya, pedagang lain pun juga melakukan hal yang sama. Jawaban ini, berhasil membuat Karin mengelus dada sembari nyebut. “Owalah, dodolan yo gak ngene carane. Ngene iki usahaku sing tak bangun suwe rugi goro-goro kelakuane ngene iki,” keluh Karin lagi.

Karena merasa Donwori tak memberikan manfaat sama sekali, Karin akhirnya minta cerai saja. “Rabi mbek aku ki pengangguran. Aku wingi kok yo gelem ae dirabi. Tak wenehi kerjoan yo dirusak ngene,” keluh Karin kesal. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia