Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Gerebek Rumah Warga di Jalan Kapten Dulasim, Amankan 121 Botol Miras

08 Desember 2019, 08: 10: 36 WIB | editor : Wijayanto

RAZIA: Ratusan botol miras yang diamankan petugas.

RAZIA: Ratusan botol miras yang diamankan petugas. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Menjelang perayaan Natal  dan Tahun Baru (Nataru), petugas Polsek Kebomas  menggerebek rumah di Jalan Kapten  Dulasim II/7 Desa Singosari. Di rumah milik Ludianto, 36 dan Winarni, 46, itu polisi menemukan 121 botol minuman keras (miras) berbagai merek yang siap edar.

“Kedua orang itu kami amankan dan dimintai keterangan karena menyimpan serta akan mengedarkan miras,” ujar Kapolsek Kebomas Kompol Machmud, Sabtu (7/12).

Dikatakan, penggerebekan miras itu berasal dari informasi masyarakat. Bahwa, ada warga yang hendak mengedarkan dan memperjualbelikan miras ke masyarakat

“Kedua warga yang hendak menjual miras tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Kebomas guna dimintai keterangan,” paparnya.

Razia dilakukan aparat Polsek Kebomas tersebut dalam rangka menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. Sejumlah 121 botol miras disita di antaranya, 15 botol arak, 7 wisky, 11 vodka, 28 bir bintang, 13 botol prost bir, 21 botol bir hitam, 11 botol mix max dan 14 miras merek frost alster.

Sementara itu, sebelumnya Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik, Polsek Manyar dan TNI juga menyita puluhan menjual miras di warung kopi (warkop) berkedok tempat hiburan karaoke.

Razia yang dilakukan di daerah Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan dan Desa Peganden Kecamatan Manyar.

Kepala Dinas Satpol PP Gresik, Abu Hasan mengatakan, rata-rata pemilik warkop menjadikan usahanya sebagai tempat karaoke dengan volume suara keras. "Volume yang dibunyikan sangat keras sehingga mengganggu masyarakat," katanya.

Awalnya petugas hanya ingin mengingatkan pemilik warkop untuk mengecilkan volume musiknya, namun setelah proses razia justru ditemukan puluhan botol miras yang dibuang di belakang warkop. “Pemiliknya kami peringatkan, sementara sound system untuk karaoke diamankan," imbuhnya.

Untuk antisipasi kejadian serupa, Dinas Satpol PP Gresik  melakukan pembinaan kepada pemilik warkop. Pengunjung yang datang didata dan disarankan tidak berkaraoke karena mengganggu ketertiban masyarakat.

"Kami akan intensifkan razia. Begitu ada informasi yang buka, akan disita alat-alatnya," tegas Abu Hasan.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia