Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Baru Sebagian Koleksi Museum Pendidikan Surabaya Dipajang

08 Desember 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

WISATA EDUKASI: Inna Maya, salah satu pengunjung tampak menyaksikan sepeda zaman kolonial yang ada di Museum Pendidikan.

WISATA EDUKASI: Inna Maya, salah satu pengunjung tampak menyaksikan sepeda zaman kolonial yang ada di Museum Pendidikan. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA-Museum Pendidikan yang sudah dibuka sejak 25 November lalu sangat menyedot perhatian masyarakt. Setiap harinya banyak pelajar dan masyarakat yang ingin berwisata sejarah. Namun benda sejarah yang ada di Museum Pendidikan hingga saat ini masih belum seluruhnya terpasang untuk dinikmati pengunjung. 

Menurut guide Museum Pendidikan Luqman Yusuf, saat ini beberapa barang masih sebagian yang terpasang, sisanya masih berada di gudang penyimpanan yang terletak di Museum Pendidikan dan Museum Tugu Pahlawan. “Beberapa barang masih berada di gudang karena menunggu restorasi, karena barang-barang tersebut tergolong memiliki nilai sejarah yang tinggi, sehingga bentu fisiknya tentu sangat kuno. jadinya disimpan dulu sembari menunggu perbaikan dan juga kami juga sedang mempersiapkan narasinya yang belum dicetak,” katanya saat ditemui Radar Surabaya, Sabtu (7/12).

Luqman mengatakan, koleksi barang hingga saat ini yang ada di Museum Pendidikan sekitar 860 koleksi, itu juga termasuk yang masih ada di gudang maupun yang sudah terpasang di museum. “Yang dipajang itu kurang lebih 500 barang koleksi, sisanya itu masih ada di gudang seperti buku, mesin ketik, globe,” imbuhnya. 

Selain itu, nantinya juga ada penambahan fasilitas museum seperti diorama yang akan ditempatkan di ruang kelas dan juga penambahan bangunan yang saat ini masih dalam tahap finishing.

Museum Pendidikan buka setiap hari, kecuali hari Senin karena mengacu pada ketentuan Museum Internasional. Sedang untuk waktu bukan dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Luqman menuturkan, setiap hari museum tersebut dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar kota. “Kisaran berkunjungnya setiap hari sekitar puluhan orang, namun ada yang sampai ratusan, waktu ada acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan kemarin itu ramai, dan jumlah pengunjungya ikut terdongkrak,” ungkapnya.

Untuk mendogkrak kunjungan wisatawan, pihaknya melakukan promosi melalui akun Instagram. ”Kami juga gunakan Instagram, yakni @museumpendidikansurabaya untuk promosi, jadi kalau ada yang mention kami kami balik repost,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu pengunjung Inna Maya mengungkapkan rasa kagum melihat koleksi di Museum Pendidikan tersebut. Pasalnya, dia baru pertama kali berkunjung di Museum Pendidikan Surabaya. “Ini sudah diniatin dari awal sih, baru pertama ini ke Museum Pendidikan, barangnya cukup lengkap zaman sejarah, dan ini bagus untuk wisata sejarah mengingat sejarah zaman dahulu ” katanya.

Tempat Museum Pendidikan yang sangat mendukung yang berdekatan dengan sungai membuat perlu adanya fasilitas tambahan. “Ya perlu sih untuk tambahan fasilitas itu, lebih baik karena disini kan berdekatan dengan sungai, jadi kalau mau ditambah fasilitas perahu lebih baik,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia