Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Ditempeli Stiker ‘Keluarga Miskin,’ 20 Peserta PKH Mundur

07 Desember 2019, 12: 20: 42 WIB | editor : Wijayanto

TANDA TAK MAMPU: Petugas Pemdes Sekapuk saat menempeli stiker bertuliskan Keluarga Miskin di rumah penerima PKH.

TANDA TAK MAMPU: Petugas Pemdes Sekapuk saat menempeli stiker bertuliskan Keluarga Miskin di rumah penerima PKH. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Sejumlah 20 peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH. Hal itu karena pemerintah desa menempeli rumah mereka dengan stiker bertuliskan 'Keluarga Miskin'. 

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengungkapkan, ada 20 penerima PKH maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) mundur tanpa paksaan di hari pertama pelaksaan.

“Mungkin mereka malu ketika ditempeli stiker itu, meskipun rumahnya bagus kalau tak mau mundur ya tetap ditempeli stiker itu," kata Halim.

Penempelan stiker di rumah warga tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Desa Sekapuk tentang penempelan stiker atau bagi warga miskin penerima bantuan.

“Tak disangka, stiker ini ampuh mengusir orang kaya yang selama ini mau saja menerima bantuan pemerintah,” katanya kesal.

Dipaparkannya, dari data Pemdes Sekapuk ada 205 KK (Kepala Keluarga) penerima PKH. Dari total itu, kini 18 KK mengundurkan diri. Sedangkan dua penerima BPNT juga mundur karena menolak rumahnya ditempeli stiker.

“Hari pertama dapat 25 rumah karena door to door wajib ketemu langsung sama orangnya. Program ini masih terus berjalan. Jangan sampai orang kaya, namun tega menerima hak orang yang pra sejahtera," ungkapnya. 

Menurutnya, pemerintah desa membuat konsep tiga stiker dengan warna berbeda. Stiker hijau merupakan kategori keluarga miskin yang hamil dan menyekolahkan anak. Lalu stiker kuning merupakan keluarga miskin ada yang sakit baik fisik maupun mental.

“Stiker merah untuk keluarga miskin lansia di atas 70 tahun. Sederhananya gini, agar juga para tetangga peka dengan kondisi tersebut. Jika ditempeli ya benar-benar pra sejahtera dan ayo dibantu. Jangan ada warga yang dibiarkan tidak punya," pungkasnya.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia