Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

375 Pejabat Dimutasi, Tajjudin Dipindah ke SMPN 1 Manyar

07 Desember 2019, 11: 16: 03 WIB | editor : Wijayanto

TANDA TANGAN: Bupati Sambari saat pelantikan pejabat baru di kantor Pemkab Gresik, kemarin.

TANDA TANGAN: Bupati Sambari saat pelantikan pejabat baru di kantor Pemkab Gresik, kemarin. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan mutasi kepada 375 pejabat baru. Salah satu yang dimutasi adalah Kepala Sekolah SMPN 1 Bungah, Tajjudin Nur, yang baru-baru ini terkena kasus pungli (pungutan liar). Tajjudin akan mengisi jabatan barunya sebagai Kepala SMPN 1 Manyar.

Kabid Data dan Informasi BKD Gresik, Reza Pahlevi menyatakan jika nama Tajjudin ada dalam gerbong mutasi itu. Meski demikian, dia enggan berkomentar terkait kasus pungutan itu.  “Nama yang bersangkutan ada di dalam daftar mutasi itu. Dia dipindah ke SMPN 1 Manyar,” ungkapnya. 

Sementara itu saat dikonfirmasi Tajjudin membenarkan kepindahanya ke SMPN Manyar. Meski demikian, Tajuddin enggan menanggapi jika mutasinya karena dugaan pungli tersebut. “Sudah disyukuri saja,” terangnya. 

Meski demikian, dia tak  menampik jika sebelum resmi berpindah, ia harus menyelesaikan kasus itu terlebih dahulu. Surat panggilan dari Dispendik dan inspektorat sudah berada di mejanya. 

“Ya harus saya selesaikan dulu. Itu kan masih tanggung jawab saya,” pungkasnya. 

Di sisi lain, Kabid Dikdas Dispendik Gresik Nur Muslicha memastikan proses pemanggilan Tajjudin akan terus berlanjut. Bersama tim Dispendik, dia akan meminta penjelasan dari Tajjudin terkait dugaan pungutan itu. “Tetap akan diusut, meskipun yang bersangkutan sudah dimutasi,” terangnya. 

Sementara itu, Bupati  Gresik berharap pejabat baru menciptakan inovasi yang dapat memberi nilai plus pada kesejahteraan masyarakat.

“Anda harus bekerja, jadikan kerja hari ini, esok atau kerja ke depan menjadi lebih baik dari penjabat kabupaten kota yang lain di Indonesia. Ciptakan inovasi-inovasi baru meskipun itu kecil tapi dapat memberi perubahan kepada masyarakat. Ciptakan yang dulunya tidak ada menjadi ada, yang dulunya belum baik menjadi paling baik” tandas Sambari serius.

Kemudian Bupati mengupas kinerja masing-masing OPD, dan apa yang harus dilakukan oleh setiap pejabat yang baru dilantik.

Kepala BKD Nadlif membacakan beberapa pejabat eselon III A yang dilantik. Mereka adalah AM Reza Pahlevi sebagai Kabag Humas dan Protokol, Endong Wahyu Kuntjoro Kabag Keuangan Setda Gresik, Bambang Sayogyo Suyono Inspektor Wilayah III Inspektorat Kabupaten Gresik.

Kemudian Johar Gunawan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Juni Budi Astuti Sekretaris Bapeda, Hamim Camat Sangkapura, Mukhibatul Khusnah Sekretaris Dinkes, Samsul Hidayat Sekretaris Dinkop UKM Perindag.

Lantas, Mahfud Ahmadi Sekdin Perikanan, Arif Wicaksono Sekretaris Dispora, Agus Setya Pambudi Sekretaris Diskominfo, Suryo Wibowo Camat Benjeng.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah wali murid kelas VIII SMPN 1 Bungah mengeluhkan banyaknya pungutan yang diberlakukan sekolah. Total ada tujuh item pungutan yang diberlakukan. Di antaranya, biaya untuk les untuk semua kelas, baik kelas VII,VIII,IX. Nominalnya mencapai Rp 1 juta per tahun.

Sedangkan pelaksanaan les tersebut dilakukan usai pulang sekolah setiap Senin hingga Kamis. Pungutan lainnya ialah study tour ke Bali khusus kelas VIII. Nominal yang harus dibayarkan senilai Rp 1,1 juta.

Selain itu ada pula pungutan sukarela untuk semua kelas. Pungutan ini dibayarkan setiap bulan dengan nominal yang tak ditentukan, antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

Lalu ada pula tarikan untuk membayar sampul raport dan majalah. Untuk item ini dikhususkan untuk kelas VII. Jumlah kedua item tersebut Rp 50 ribu untuk satu tahun sekali. (yua/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia