Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Unka Rupa, Tampilkan Pendalaman Karya Seni

07 Desember 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

SATURASI: Seorang pengunjung mengambil gambar salah karya lukis yang dipamerkan dalam pameran Unka Rupa di Balai Pemuda, Jumat (6/12).

SATURASI: Seorang pengunjung mengambil gambar salah karya lukis yang dipamerkan dalam pameran Unka Rupa di Balai Pemuda, Jumat (6/12). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Sebanyak 75 mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) unjuk kebolehan dengan memamerkan hasil karyanya. Dalam pameran Unjuk Karya Seni Rupa (Unka Rupa) ke-13, ditampilkan 75 hasil karya yang terdiri dari pendalaman seni lukis, desain grafis, kriya keramik, kriya kayu, kriya logam, kriya batik atau tekstil dan desain grafis. 

Ketua Pameran Unka Rupa 3 Sidiq Amanah menuturkan, seluruh hasil karya mahasiswa tersebut merupakan publikasi karya final dari setiap pendalaman yang ada. Pameran bersama ini digelar dalam naungan tema Saturasi, yang berarti pengambilan warna sampai ke titik putih. Menurut Sidiq, tema ini dipilih agar karya mahasiswa tidak secara langsung terikat dengan tema. 

"Jadi lebih fleksibel, teman-teman bisa membuat karya yang sesuai dengan yang diinginkan," terangnya di sela-sela pameran di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (6/12). 

Oleh sebab itu, dalam proses berkarya, Sidiq menuturkan tidak ada batasan. Masing-masing mahasiswa diberikan kebebasan untuk menuangkan ide. Jadi biasanya objek yang ingin ditampilkan kembali ke individu si penampil itu sendiri. 

"Seperti seni lukis, yang diangkat macam-macam. Bisa mengenai keseharian orang Surabaya, heroik orangtua maupun influence dari luar yang dibawa masuk ke Surabaya," ujarnya. 

Dalam pameran kali ini, ditampilkan sebanyak 22 karya seni lukis, 5 karya kriya kayu, 9 karya kriya logam, 11 karya tekstil, 11 karya kriya keramik dan 17 karya desain grafis. Sidiq berharap, nantinya setelah pameran ini usai digelar, para mahasiswa tetap bisa berkesenian. 

"Walaupun nantinya dari mereka ada yang menjadi startup atau entrepreneur, bahkan akademisi seni pun semuanya tetap berkesenian," pungkasnya. 

Salah satunya adalah Giyo Fani. Mahasiswa semester 7 ini menampilkan hasil karya dalam pendalaman seni kriya logam. Menurutnya, seni kriya logam merupakan seni yang unik. Pasalnya, dalam pembuatannya, ia dituntut untuk mahir mengolah logam yang menjadi bahan dasar karya seni ini menjadi karakter-karakter tertentu. "Tantangannya memang saat membetuk lempengan logam ini menjadi sebuah karakter tertentu," ujarnya. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia