Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Mulai 8 Desember Ada Car Free Day di Kembang Jepun

07 Desember 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

WARISAN MASA LAMPAU: Untuk mengembangkan wisata kota tua Surabaya, Disbudpar akan menggelar car free day di Jalan Kembang Jepun mulai 8 Desember.

WARISAN MASA LAMPAU: Untuk mengembangkan wisata kota tua Surabaya, Disbudpar akan menggelar car free day di Jalan Kembang Jepun mulai 8 Desember. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Untuk mendongkrak dan mengembangkan destinasi wisata kota lama, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengadakan car free day yang akan diselenggarakan di kawasan Kembang Jepun pada Minggu (8/12) pukul 06.00 hingga pukul 09.00. Car free day ini memang berbeda dengan seperti car free day biasanya yang bertempat di Raya Darmo (Taman Bungkul) atau di pusat kota, karena lokasinya berada di kawasan kota tua.

Menurut Kasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Nur Samsia, untuk mengembangkan kota lama, dimulai dengan hal yang terkecil. Yakni mengenalkan kepada masyarakat Surabaya tentang kota lama yang merupakan kawasan sejarah masa lampau.

“Ini baru pertama kali diselenggarakan car free day di kawasan Kembang Jepun, kami coba dulu, nanti setelah itu kami evaluasi, di tahun 2020 akan kami matangkan sehingga akan menjadi agenda rutin akhir pekan,” katanya kepada Radar Surabaya.

Dalam car free day nantinya akan ada teatrikal dengan nuansa tempo dulu dan juga ada UKM dari warga sekitar. “Nanti juga di dukung oleh Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, DKRTH dan nantinya ada 10 hingga 15 stan UKM dari kelurahan Nyamplungan dan Bongkaran,” terangnya.

Nur Samsi berharap dengan adanya uji coba car free day di kembang Jepun, nantinya masyarakat bisa mengenal lebih dekat kawasan destinasi wisata. Karena untuk saat ini meski sudah ada revitalisasi kota tua, namun kesiapan untuk pengembangan haruslah diuji coba terlebih dahulu.

“Kami melihat lebih dalam lagi animo masyarakat, sehingga dari situ nantinya kami akan evaluasi. Karena untuk mengembangkan kota tua juga harus menghidupkan kawasan tersebut lebih dahulu,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia